Breaking News:

Berita Semarang

FMIPA Unnes Edukasi Pengajar Ubah Limbah Organik & Anorganik Jadi Media Pembelajaran Anak Usia Dini

Pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebagai media pembelajaran anak usia dini, jadi fokus pelatihan yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pen

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah pengajar TK Paud Pelita Bunda berkreasi membuat media pembelajaran dari limbah organik dan anorganik, di Kantor TK Paud Pelita Bunda, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebagai media pembelajaran anak usia dini, jadi fokus pelatihan yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes.

Banyaknya bahan yang bisa di kreasikan menjadi media pembelajaran, menjadi dasar pelatihan yang digelar oleh FMIPA tersebut.

Peltihan itu digelar di lingkungan TK Paud Pelita Bunda Kota Semarang, dengan menghadirkan sejumlah pemateri berkopenten.

BREAKING NEWS: BBPOM Gerebek Rumah di Kuala Mas Semarang, Ditemukan 769.595 Obat Pelangsing Ilegal

Sempat Tak Punya Kerjaan hingga Numpang di Rumah Ruben Onsu, Kenta Kini Harus Cabut

Suami Merantau, Tante Cantik Terpikat Berondong hingga Hamil, Janin Dikubur di Kebun Mete

Kenalan di Facebook Lalu Ajak Korban ke Hotel di Baturraden, Nasib Gun Berakhir di Tangan Polisi

Selain jenis limbah yang bisa digunakan sebgai media pembelajaran, pelatihan juga diisi dengan edukasi pemanfaatan penggunaan media pembelajaran guna mencapai kompetensi belajar siswa didik.

Dalam acara, Andhina Putri Heriyanti Akademisi FMIPA yang menjadi pemateri, menuturkan, media pembelajaran yang dihasilkan cukup menarik dan inovatif, serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran sehari-hari dengan peserta didik.

"Banyak aspek yang bisa dicapai lewat media pembelajaran tersebut, misalnya aspek kognitif, fisik motorik, social emosional, bahasa, seni dan agama moral," paparnya, Kamis (17/9/2020).

Dilanjutkannya, pelatihan tersebut dirasa penting, selain bisa memberikan dampak positif, juga sebagai bentuk kontribusi meminimalisasi limbah.

"Terutama limbah anorganik yang dibuang ke lingkungan sekitar, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem yang berada ditempat tersebut.

Untuk itu pelatihan juga sebagai upaya merawat lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah anorganik," jelasnya.

Ia menjelaskan, pelatihan yang digelar menjadi gerakan edukasi bagi masyarakat, khususnya di lingkup akademis untuk turut peduli terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.

"Kami berharap pengajar di TK Paud Pelita Bunda dapat menularkan pengetahuan yang sudah diberikan kepada anak didik, sehingga peserta didik bisa belajar memanfaatan limbah organik dan anorganik yang ada disekitar mereka," jelasnya.

Ditambahkannya, hasil pembuatan media pembelajaran tersebut dapat mencakup semua aspek baik dari sisi pendidikan maupun lingkungan.

"Pemanfaatan limbah akan membantu melestarikan lingkungan yang saat ini sedang genting, karena tumpukan sampah semakin menggunung dan belum ada solusi yang signifikan untuk penangannya, sekaligus menanamkan cinta lingkungan kepada anak didik," tambahnya. (bud)

Askab PSSI Kudus Ta‎k Bisa Beri Penjelasan Anggaran Mandek untuk Persiku, Sandung Pilih Walkout

PT Nayati Indonesia Berikan Automatic Mobile Hand Wash Sink kepada Pemkot Semarang

YMS dan LSP Perdagangan Ritel Semarang Lakukan Uji Kompetensi di Bidang Sales dan Counter

Bantu Pekerja Terdampak Corona, BP Jamsostek Serahkan Ratusan Paket Sembako

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved