Breaking News:

Pelaku Industri Otomotif Menanti Kebijakan Relaksasi Pajak Mobil Baru 0%

Penerapan relaksasi pajak mobil baru diyakini dapat berdampak positif bagi industri otomotif di dalam negeri.

Editor: Vito
YAHOO FINANCE
ilustrasi - mobil baru Honda 

JAKARTA, TRIBN - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menanti keputusan pemerintah mengenai usulan relaksasi pajak mobil baru. Gaikindo meyakini, penerapan relaksasi pajak mobil baru dapat berdampak positif bagi industri otomotif di dalam negeri.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, kondisi daya beli masyarakat yang rendah di tengah situasi pandemi covid-19 membuat mobil bekas menjadi lebih diminati dibandingkan dengan mobil baru.

Menurut dia, penerapan relaksasi pajak mobil baru diharapkan dapat menurunkan harga jual mobil, sehingga bisa mengungkit permintaan mobil baru. “Dengan demikian, pabrik mobil dan komponen bisa bergulir lagi, ini bisa menghindari PHK di pabrik-pabrik tersebut,” katanya, saat dihubungi Kontan, Rabu (16/9).

Sedikit informasi, harga jual mobil dipengaruhi biaya kelengkapan dokumen dan pajak-pajak mobil baru, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Besaran pajak itu bervariasi, misalnya PPnBm ditetapkan sebesar 15-70 persen untuk kendaraan bermotor angkutan orang berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No. 73/2019. Besaran tarif PPnBM itu disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan kendaraan dan juga isi silinder.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru menjadi 0 persen sampai Desember 2020. Hal itu bertujuan untuk menggairahkan pasar otomotif di dalam negeri.

Sejauh ini Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian masih mengkaji usulan itu. Meski diyakini dapat berpengaruh baik, dampak dari usulan itu belum dapat dikalkulasi.

Jongkie berujar, pihaknya belum bisa menaksir sejauh mana penurunan harga mobil maupun kenaikan permintaan yang bisa ditimbulkan apabila usulan Kemenperin jadi diterapkan.

“Tergantung yang disetujuinya bagaimana, dan pajak apa saja. Ada PPN, PPnBM, BBN-KB, PKB. Lalu (berlaku) untuk mobil-mobil yang jenis apa? Sebaiknya kita tunggu dulu saja,” ujarnya.

Sebagai informasi, data Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil nasional di pasar domestik pada Agustus 2020 tercatat sebesar 37.291 unit, sementara penjualan ritelnya mencapai 37.655 unit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved