Breaking News:

Berita Semarang

Teguh Sanjaya Terbukti Edarkan Obat Ilegal Divonis 2,5 Tahun Penjara

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyatakan Teguh Sanjaya terbukti bersalah atas kasus peredaran obat ilegal atau tanpa izin edar

IST
Majelis hakim PN Semarang membacakan putusan atas kasus peredaran obat ilegal di PN Semarang, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyatakan Teguh Sanjaya terbukti bersalah atas kasus peredaran obat ilegal atau tanpa izin edar sebagaimana diatur Pasal 197 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Majelis hakim yang diketuai CH Retno Damayanti pun menjatuhkan putusan pidana kepada terdakwa Teguh Sanjaya dengan pidana selama 2,5 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 2 tahun dan 6 bulan penjara. Pidana yang dijatuhkan dikurangi masa penahanan sejak terdakwa ditangkap," kata ketua majelis hakim Retno Damayanti dalam amar putusannya.

Heboh Tawuran Perempuan di Bandarharjo Semarang, Polisi: Motifnya Masalah Cinta

Respons Jokowi Soal Penusukan Ulama Syekh Ali Jaber Saat Isi Pengajian di Lampung

Mahasiswa Kaya di Kampus Ini Diduga Bersaing Meniduri Mahasiswi Termiskin, Obrolannya Tersebar

Baru Kenal, FA Langsung Ajak Gadis di Bawah Umur Itu ke Hotel Kebumen

Selain pidana penjara, hakim juga mengharuskan Teguh Sanjaya membayar denda sebesar Rp 5 juta.

Jika denda tak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 4 bulan.

Menurut hakim, terdakwa Teguh Sanjaya terbukti ikut serta mengedarkan obat keras dengan perannya sebagai kurir.

Sehingga tak ada alasan pemaaf bagi terdakwa untuk lepas dari dakwaan.

"Perbuatan pidana terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," jelas hakim.

Jaksa Kejari Semarang, Dyah Budi Astuti menjelaskan, terdakwa Teguh Sanjaya ditangkap tim dari Satuan Resnarkoba Polrestabes Semarang.

Saat itu, terdakwa membawa ribuan butir tablet obat keras, di antaranya tablet warna kuning logo mf, tablet kemasan bertuliskan Riklona 2 Clonazepam, dan tablet warna kuning logo DMP.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved