Lulus Sertifikasi Kurator, Pengacara Ini Ingin Mengabdi Bagi Masyarakat Jawa Tengah

Menjadi seorang kurator bukan proses yang mudah, seorang pengacara harus menempuh pendidikan dan ujian sertifikasi.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Lulus Sertifikasi Kurator, Pengacara Ini Ingin Mengabdi Bagi Masyarakat Jawa Tengah
Istimewa
Henry Indraguna, pengacara

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menjadi seorang kurator, bukan proses yang mudah. Seorang pengacara harus menempuh pendidikan dan ujian sertifikasi oleh Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI).

Selain HKPI, ujian sertifikasi juga dilakukan oleh perwakilan Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan HAM. Namun proses tersebut berhasil dilalui Henry Indraguna, seorang pengacara ternama di wilayah Solo Raya.

Diakuinya, ujian yang dilaluinya cukup berat karena masa pandemi Covid ini. Meski demikian, ia dinyatakan lulus ujian sertifikasi kurator angkatan VI tahun 2020.

"Alhamdulillah, akhirnya setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, saya dinyatakan lulus. Terima kasih sudah diterima di keluarga HKPI/HKPI JAYA," kata Henry, dalam keterangannya kepada Tribun Jateng, Jumat (18/9/2020).

Henry pun berbagi pengalaman bagaimana menuntaskan pendidikan kurator yang ditempuhnya. Berbagai halangan ditemui, mulai dari ketersediaan jaringan, fasilitas belajar mengajar, hingga keinginan untuk mendapatkan ilmu.

Namun hal itu tak menghentikan langkah Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) itu. Hingga akhirnya pria yang mendapat anugerah gelar Kanjeng Pangeran (K.P) dari keraton Solo itu resmi menyandang predikat kurator.

Dikatakannya, kelulusannua pada ujian kurator dan diterima di Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) tersebut merupakan bukti kecintaannya pada masyarakat Jawa Tengah. Khususnya masyarakat Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Solo.

"Saya sangat mencintai masyarakat Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Solo. Karenanya, saya mempersiapkan sebaik mungkin untuk mengabdikan diri pada 2024," tuturnya.

Kurator sendiri adalah seseorang yang bertugas mengurus dan/atau membereskan harta pailit sebagaimana diatur di Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Di aturan tersebut, perusahaan dinyatakan pailit artinya ketika debitur (pemilik utang) mempunyai dua atau lebih kreditur (pemberi utang) tidak membayar utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih ( penyebab pailit).

Status pailit berlaku ketika sudah ada putusan Pengadilan Niaga, baik berasal dari permohonan sendiri maupun satu atau lebih kreditur.

Setelah dinyatakan pailit, pengadilan memutuskan untuk menjual seluruh aset perusahaan yang hasilnya digunakan untuk membayar kewajiban debitur yang sudah berstatus pailit ke kreditur.

Setelah lulus sertifikasi kurator ini, Henry berharap, berkompeten untuk mewakili masyarakat daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang.

"Saya berharap, di masa depan dapat menjadi caleg yang kompeten mewakili masyarakat Dapil V Jawa Tengah. Dan saya ingin mengabdi untuk masyarakat," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved