Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Turki dan Perancis Ribut Lagi, Erdogan Olok-olok Macron Tidak Becus Urus Negara, Ini Katanya

Erdogan dan Macron saling mencaci dalam beberapa bulan terakhir dalam berbagai hal

Editor: muslimah
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

Turki dan Perancis Ribut Lagi, Erdogan Olok-olok Macron Tidak Becus Urus Negara, Ini Katanya

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (17/9/2020) mengatakan, Perancis dipimpin seorang presiden yang "tidak becus".

Penghinaan itu diucapkan Erdogan di tengah keributan antara dirinya dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Erdogan dan Macron saling mencaci dalam beberapa bulan terakhir dalam berbagai hal

Mulai dari konflik Libya, sebagian Timur Tengah, hingga sengketa maritim antara Turki dengan Yunani.

Sinopsis Drakor The World of the Married Episode 5 Trans TV, Tayang Hari Ini Jam 19.00 WIB

Hasil Liga Eropa Tadi Malam Shamrock Rovers vs AC Milan, Rossoneri Buat Tuan Rumah Menyerah

398.000 Tenaga Honorer Akan Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000 dari Pemerintah

Update Virus Corona Semarang Jumat 18 September 2020, Semarang Barat Tertinggi Disusul Ngaliyan

Macron membuat marah Ankara pekan lalu dengan menyebut Turki "pantas mendapat sesuatu yang lain" dari cara kabinet Erdogan mengelola urusan luar negeri.

Uni Eropa pekan depan akan membahas pemberian sanksi kepada Turki, karena mengirim kapal eksplorasi energi dan kapal perangnya ke perairan Mediterania timur yang diklaim Siprus dan Yunani.

Pada rapat virtual Partai AK yang berkuasa di Turki Erdogan berkata, Macron gagal memakai logikanya yang menyalahkan Turki atas masalah regional.

"Kalau Turki menarik diri dari Suriah, akankah Suriah mencapai perdamaian?" tanyanya sambil memeriksa daftar negara-negara yang Turki dan Perancis berseberangan pendapatnya.

"Jika Turki menolak semuanya, akankah Perancis terbebas dari kekacauan yang diprovokasi oleh orang yang tidak becus dan ambisius yang memimpin Perancis, dan mengadopsi kebijakan berdasarkan akal sehat?"

Permusuhan kedua kepala negara itu meningkat kira-kira sejak Macron pada November memperingatkan, kurangnya tanggapan NATO terhadap operasi Turki di Suriah utara menunjukkan aliansi itu sedang "mati otak".

Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB di Tripoli, dalam konflik melawan komandan militer Libya Khalifa Haftar.

Perancis sejak lama dicurigai mendukung Haftar, tetapi secara resmi membantahnya.

Perseteruan Erdogan-Macron meningkat setelah bulan lalu Perancis mengirim aset angkatan laut ke Mediterania timur, untuk membantu kapal perang Yunani membayangi kapal Turki di laut yang disengketakan.

Erdogan berkata Uni Eropa menerapkan "standar ganda kepada kami untuk waktu yang lama".

"Dengan dukungan bangsa kita, kita akan terus melakukan apa pun yang baik, benar, dan bermanfaat bagi negara kita," ucap Erdogan dikutip dari AFP. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ribut Lagi, Erdogan Olok-olok Presiden Perancis Tidak Becus Urus Negara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved