Breaking News:

Pembunuhan dan Mutilasi Rinaldi

Pelaku Mutilasi Manajer HRD Itu Sempat Tidur Bersama Potongan Jenasah Korban di Apartemen

Djumadil Al Fajri (26), salah satu pemutilasi itu sempat tertidur satu malam dengan sebagian potongan tubuh korban.

Pelaku Mutilasi Manajer HRD Itu Sempat Tidur Bersama Potongan Jenasah Korban di Apartemen
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

TRIBUNJATENG.COM - Djumadil Al Fajri (26), salah satu pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Manajer HRD PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu (33), diketahui sempat tertidur satu malam, dengan sebagian potongan tubuh korban yang dimutilasinya, di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Sementara satu pelaku lainnya yakni pasangan kumpul kebo Fajri yakni Laeli Atik Supriyatin (27) kembali berada di kosannya di Depok.

Fajri mengaku kelelahan saat memutilasi tubuh korban, sehingga terpaksa tertidut di apartemen di sekitar potongan tubuh korban yang dimutilasi, yakni bagian badan korban ke atas.

Setelah terbangun, Fajri kembalu melanjutkan memutilasi bagian tubuh korban untuk dapat dimasukkan ke dalam koper lainnya.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Minggu (20/9/2020).

"Jadi dari 37 adegan rekonstruksi yang diperagakan pelaku, Jumat kemarin, pelaku DAF ini yang paling berperan memutilasi korban," kata Yusri.

Menurutnya pengiriman potongan jenasah dalam dua koper dan satu ransel dari Apartemen Pasar Baru Mansion ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan dilakukan dua kali oleh Fajri, pada 12 dan 13 September.

"Satu koper dan satu ransel dikirim pada tanggal 12 September. Dimana isinya bagian tubuh bawah kaki dan tangan serta bagian tengah," ujarmya

"Kemudian, tanggal 13 September, barulah potongan tubuh bagian atasnya lagi. Bahkan ia sempat menginap tertidur di situ satu malam bersama-sama dengan sisa bagian jenazahnya. Alasannya karena kecapean, jadi ketiduran,” katanya.

Karena yang banyak melakukan di sini adalah tersangka DAF dan dengan tenang, inilah yang nanti akan kita antar ke psikiater. Tapi kalau dilihat dari saat ini, tidak ada sakit jiwanya, tidak ada. Ia melakukan semuanya dengan penuh kesadaran. Dia normal," kata Yusri.

Halaman
1234
Editor: sujarwo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved