Berita Nasional

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 9: Kuota 800 Ribu, Sudah Ada 4,3 Juta Orang Daftar

Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 9 masih berlangsung sejak dibuka pada Kamis (17/9/2020). Sama seperti gelombang sebelumnya, kuota Kartu Prakerja

Editor: m nur huda
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Posko pendampingan pendaftaran program Kartu Prakerja yang disediakan Pemprov Jatim di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim didatangi banyak pencari kerja terutama mereka yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 9 masih berlangsung sejak dibuka pada Kamis (17/9/2020).

Sama seperti gelombang sebelumnya, kuota untuk Kartu Prakerja gelombang 9 berjumlah 800.000 orang.

Setelah dua hari pendaftaran, berapa jumlah pendaftar Kartu Prakerja gelombang 9?

Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu mengatakan, hingga Sabtu (19/9/2020), pendaftar Kartu Prakerja gelombang 9 mencapai 4,3 juta orang.

Kronologi Lengkap Postingan Bikin Geger karena Ingin Sebar Virus Corona di Jerakah Semarang

Hasil Liga Inggris Tadi Malam, Manchester United Kehilangan 3 Poin di Kandang

Inilah Kepengurusan Partai Gerindra 2020-2025: Ada Fadli Zon, Sandiaga Uno, Edhiy Prabowo 

Teror KKB Papua Meningkat Jelang Sidang Umum PBB, Keluarkan Ancaman Penerbangan Personel TNI

"Hingga saat ini pendaftar gelombang 9 sudah mencapai 4,3 juta," ujar Louisa saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/9/2020).

Peserta yang lolos akan mendapatkan notifikasi melalui SMS yang dikirimkan oleh penyelenggara.

Peserta penerima Kartu Prakerja juga akan memperoleh Nomor Kartu Prakerja untuk mengikuti pelatihan yang diinginkan.

Sementara itu, dalam penyaluran bantuan pemerintah melalui program Kartu Prakerja, pendaftar yang lolos sebaiknya memahami adanya aturan pencabutan kepesertaan.

Louisa mengungkapkan, ada 180.000 peserta yang dicabut kepesertaannya karena tidak segera melakukan pembelian pelatihan.

"Pencabutan kepesertaan diatur dalam Permenko 3 Tahun 2020 dan Permenko 11 Tahun 2020. Yaitu, apabila dalam 30 hari pasca menerima Kartu Prakerja belum memanfaatkannya untuk membeli pelatihan," ujar Louisa.

Ia menjelaskan, setelah pencabutan ini, penerima Kartu Prakerja yang dicabut kepesertaannya tidak bisa mendaftar lagi di Kartu Prakerja.

Adapun, 180.000 penerima Kartu Prakerja itu merupakan penerima dari gelombang 1-4 yang dicabut kepesertaannya atau ekuivalen dengan 3,8 peserta.

Louisa mengatakan, ada proses early tracking, ada 3 alasan utama pencabutan yakni mereka sudah mendapatkan pekerjaan, lupa password, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sebelumnya, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja telah melakukan sosialisasi di berbagai kanal, membuat FAQ, dan menyediakan berbagai saluran untuk tempat tanya-jawab peserta sejak 20 Maret 2020.

"Manajemen Pelaksana juga telah mengirimkan SMS reminder kepada semua penerima H-7 sebelum expired," ujar Louisa.

Meski saat ini pendaftaran gelombang 9 telah dibuka, ia mengatakan, belum ada informasi lebih lanjut apakah ada peserta yang mengalami pencabutan untuk penerima Kartu Prakerja gelombang 5-8.

Mekanisme pencabutan ini akan diumumkan 30 hari setelah seseorang dinyatakan lolos seleksi.

"Assessment akan dilakukan per gelombang karena tanggal jatuh tempo adalah 30 hari setelah seseorang dinyatakan lolos seleksi," ujar dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Kartu Prakerja Gelombang 9: Kuota 800.000, Pendaftar 4,3 Juta Orang"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved