Smart Women
Rusti Ningsih Upayakan Bangun Kampung Ramah Iklim
Tinggal di lingkungan yang selalu tergenang rob saban hari, memunculkan kerisauan bagi Rusti Ningsih. Utamanya persoalan sampah.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
KECINTAAN Rusti Ningsih pada kerajinan tangan ini bermula dari kegiatan Pramuka sejak masa muda dulu. Dari situ, ia jadi selalu punya cara untuk menghasilkan sesuatu dari tangannya. Maka tak pelak, ia sampai sekarang tak pernah bosan membuat kerajinan, meski dari sampah sekalipun.
Kini, di bank sampahnya, Ning tiap minggu bisa mengumpulkan sebanyak 20 kg lebih plastik yang siap diolahnya menjadi kerajinan tangan. Plastik-plastik itu, kata dia, biasanya diperoleh dari warga setempat yang menyetor sampah rumah tangganya.
Ning bilang tiap kilogram memang diberi harga Rp 500. Namun selain uang, warga yang menyetorkan sampah plastiknya bisa meminta sembako seperti beras, gula, dan sejenisnya. Ning tidak membatasi berapa kilogram sampah yang harus diserahkan kepada dirinya.
"Kalau dibatasi, nanti sedikit yang minat. Kita pun tak hanya menerima sampah anorganik saja. Organik pun boleh karena nantinya akan diolah menjadi pupuk. Biasanya, kita seringnya mengolah sampah organik dengan metode takakura," ujar perempuan asli Semarang, kelahiran Desember 1972 silam itu.
Ning menambahkan, metode ini memang perlu keterlibatan juga dari warga. Sebab, metode takakura dimulai dari bagaimana warga membungkus sampah rumah tangganya. Maka dari itu, warga perlu tahu dulu cara membuat bungkus sampahnya.
Simpelnya, Ning menjelaskan, metode ini adalah memasukkan sampah rumah tangga ke dalam keranjang khusus selama beberapa waktu. Bahan yang digunakan adalah keranjang, bisa terbuat dari plastik, bambu, atau bahan lain yang lapisan dindingnya berlubang agar ada sirkulasi udara.
• Rusti Ningsih Menganyam Perbaikan Lingkungan
• Bikin Syok Makanan Mewah Kucing Nagita Slavina
Kemudian, lanjutnya, sediakan kardus yang besarnya sesuai dengan besar keranjang. Kardus itu lalu diletakan di dalam keranjang sebagai lapisan terdalam. Ning bilang, kardus itu berfungsi sebagai tempat proses pengomposan dan juga untuk menjaga kelembaban.
"Bahan lainnya adalah sekam, dedak, dan bio starter atau bakteri pengurai. Banyak warga di sekitar sini sudah menerapkan demikian. Jadi, mereka tinggal memberikan sampah yang dilapisi kardus itu. Kalau sudah jadi pupuk, itu kan bisa bermanfaat buat lahan-lahan yang dipakai oleh unit tani di Bank Sampah Kemijen untuk penghijauan dan bercocok tanam sayuran," jelasnya.
Penyuka makanan pedas ini memulai membuat pupuk dengan metode tersebut sejak tahun 2014. Hal itu dibuat supaya lingkungan sekitar, tempat tinggal Ning hijau dan asri. Ia ingin lingkungannya tak kering ketika musim kemarau dan tak terendam saat penghujan tiba. Lewat hadirnya pohon, dua kendala itu dapat teratasi.
"Kalau panas, ada pohon yang bikin sejuk sehingga tidak kekeringan parah karena pohon juga bisa menyimpan kandungan air. Lalu, saat hujan tiba, pohon bisa menyerap air sehingga kita terhindar dari banjir atau genangan. Sebenarnya, solusinya simpel, tapi prakteknya ini yang perlu konsistensi panjang," sambungnya.
• Info Biro Jasa Bangunan, Arsitek, Sedot WC, Laundry, Servis di Semarang, Sabtu 19 September 2020
• Chelsea Islan Akhirnya Upload Foto Pacar, Politisi Golkar Muda dan Tampan
Bagi Ning, semua itu bisa terwujud dengan perbanyak penghijauan dan mengurangi jumlah sampah plastik. Usaha Ning bersama Bank Sampah Kemijen yang konsisten lagi-lagi membuahkan hasil. Kelurahan Ning tinggal dinobatkan oleh Pemkot Semarang sebagai juara ketiga Kelurahan Ramah Lingkungan. Lalu, juara kedua sebagai kampung pro iklim tingkat Kota Semarang karena dianggap bisa mengendalikan rob yang kini tak merendam kelurahannya.
"Nah, kampung ini lanjut ke lomba Proklim (pro iklim) tingkat nasional yang diselenggarakan KLHK Langsung. Ini baru proses penilaian. Ada 74 peserta di tingkat nasional. Yang ikut lomba ini adalah desa atau kelurahan yang dinilai tanggap merespons dan menyesuaikan perubahan ikilm. Semoga saja bisa menang lagi," harap Ning. (akhtur gumilang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/smart-women-rusti-ningsih.jpg)