Breaking News:

Berita Jateng

Pasukan Gabungan Disiagakan di Solo, Polda Jateng: Antisipasi Kriminalitas Meningkat

Sebelumnya, 800 personel Brimob juga menggelar latihan antisipasi anarkis di Stadion Manahan

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Selasa (11/8/2020) 

TRIBUNJATENG.COK, SEMARANG - Baru-baru ini ratusan personel pasukan gabungan dari TNI Polri disiagakan di Solo. Bahkan, pasukan Kopassus dan Brimob juga dilibatkan dalam hal ini.

Pada Senin (21/9/2020) malam, terdapat 440 personel gabungan dari Polresta Surakarta, Kodim, Kopassus, Brimob, Dit Samapta Polda Jateng, dan TNI AU menggelar patroli skala besar.

Sebelumnya, 800 personel Brimob juga menggelar latihan antisipasi anarkis di Stadion Manahan.

Di balik gelar pasukan dan patroli skala besar, beredar kabar bahwa salah satu perguruan silat memberi batas akhir kepada kepolisian pada 22 September 2020 agar menangkap pelaku pembacokan dua anggota pesilat.

'# SOLO AMAN skitar 800-an petugas dr satuan brimob polda jateng menghadiri acara pelatihan anti teror di stadion manahan solo, senin 21.09.2020.

Mengingat besok tgl 22.09.2020 adl batas akhir yg diberikan oleh prwakilan slh satu prguruan silat (psht) thd jajaran kepolisian kota solo utk mlakukan penangkapan pelaku kasus pembacokan dua anggotanya, mk jajaran kepolisian brsiap menjaga keamanan kota solo dgn pengamanan penuh.

Diprkirakan besok mlm ratusan hingga mungkin ribuan org dr prsatuan silat psht brbagai daerah akn dtg & menghitamkan kota solo, namun pasukan brseragam hitam dr kepolisian yaitu satuan brimob jg sdh siap sedia utk mejaga keselamatan & kenyamanan kota solo dr tindakan yg melanggar undang2.

Kami menghimbau utk warga kota solo & skitarnya, jk tdk ada keperluan atau kepentingan yg mendesak agar tdk kluar dl utk menjaga hal2 yg tdk diinginkan trjadi. Smoga kota solo & skitarnya ttp aman," tulis akun Instagram @energisolo.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, penyiagaan pasukan gabungan itu demi mengantisipasi meningkatnya aksi kriminal.

"Kami dari Polda Jawa Tengah ini mengantisipasi daerah-daerah yang boleh dikatakan kriminalitasnya meningkat, suhu politiknya, ya tentu ada antisipasi dari kami.

Semua yang dilakukan Polda Jateng ini adalah preventif untuk mencegah. Baik itu (aksi kriminal) yang dilakukan oleh perorangan, kelompok-kelompok masyarakat, apalagi organisasi ini kan tidak boleh sama sekali.

Organisasi apa pun karena negara ini negara hukum, semua harus diselesaikan secara hukum," ujar Iskandar, Selasa (22/9/2020).

Terkait penyiagaan pasukan tersebut, lanjut Iskandar, hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang memang membutuhkan penanganan oleh Brimob eskalasinya meningkat jadi untuk percepatan datang ke TKP," kata dia.

Persiapan pasukan gabungan itu juga sekaligus pengamanan jelang Pilkada. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved