Breaking News:

RUU Cipta Kerja Diharapkan Bisa Dorong Daya Saing Daerah Berkelanjutan

Rancangan Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja yang saat ini sedang dibahas di parlemen.

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, saat mengikuti webinar RUU Cipta Kerja: Momentum Agregasi Daya Saing Daerah, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rancangan Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja yang saat ini sedang dibahas di parlemen diharapkan tidak mencabut kewenangan daerah dalam mengembangkan potensi dengan berbagai kreatifitas dan inovasi.

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Na Endi Jaweng, saat webinar RUU Cipta Kerja: Momentum Agregasi Daya Saing Daerah, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, RUU ini memiliki semangat baik dalam reformasi birokrasi. Mengintegrasikan berbagai aturan terkait perizinan dan investasi yang selama ini berserakan di berbagai aturan perundangan.

Omnibus Law juga dianggap bisa membenahi aturan di hulu agar tata kelola investasi lebih baik dan mudah. Kemudian, pemerintah tengah menyiapkan jalan sistematis penciptaan lapangan kerja pasca-pandemi.

"Sehingga, setelah pandemi rampung, sudah ada jalan yang bisa melanjutkan proses perekonomian," kata Endi.

Meskipun demikian, lanjutnya, tidak secara otomatis RUU ini diterima 100 persen. Pemerintah jangan hanya memperhatikan sisi ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan lingkungan lestari, sosial inklusif, dan tata kelola.

Beleid yang juga disebut sapu jagat ini juga dikhawatirkan mengurangi porsi keterlibatan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/ kota.

Misalnya, proses perizinan yang sedari awal di daerah yang akan dialihkan ke pusat. Daerah dianggap rentan koruptif dan inefisiensi.

"Yang jadi perhatian juga perizinan lingkungan hidup yang selama ini dikelola daerah, nantinya dialihkan pusat. Karena jauh, sehingga pembinaan dan pengawasan berat," ujarnya.

Endi mengungkapkan diperlukan keseimbangan aspek sosial, lingkungan hidup, ekonomi, dan tata kelola dalam membangun daerah agar memiliki ketahanan dan daya saing yang kuat.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved