Breaking News:

Berita Hukum

Toni Yulantoro Merasa Jadi Korban Dalam Kasus Pungutan Kepegawaian PDAM Kudus

Terdakwa Toni Yulantoro merasa menjadi korban dalam kasus pungutan kepegawaian PDAM Kudus. Toni yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Kejari Kudu

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Sidang perdana kasus pungutan kepegawaian PDAM Kudus digelar secara online di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (22/9/2020). Dalam sidang tersebut, terdakwa Toni Yulantoro mengikuti secara langsung, sedangkan terdakwa Ayatullah Humaini mengikuti secara online dari Polda Jateng dan terdakwa Sukma Oni Iswardani mengikuti dari Lapas Kedungpane. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terdakwa Toni Yulantoro merasa menjadi korban dalam kasus pungutan kepegawaian PDAM Kudus.

Toni yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Kejari Kudus, mengaku hanya membawa uang titipan dari pegawai.

Hal itu disampaikan Toni Yulantoro usai mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (22/9/2020).

Viral Ganjar Marah di Kantin DPRD Jateng karena Ada Kerumunan, Bambang Krebo: Saya Bisa Pahami

Subsidi Gaji Rp 600 Ribu untuk Karyawan Sudah Disalurkan Kemenaker Ke 94,82 Persen Penerima

Misterius, Makam Wanita di Jombang Dibongkar, Sepotong Kain Kafan Hilang, Ditemukan Bersama Boneka

Kekeringan di Pati Meluas, Kini Merambah Ke 21 Desa Pada Enam Kecamatan

"Saya hanya korban. Saya tidak tahu apa-apa. Saat itu hanya dititipi uang Rp 65 juta oleh pegawai untuk diberikan pada Sukma Oni (terdakwa Sukma Oni Iswardani--red)," kata Toni, usai sidang.

Ia menuturkan, sebagai seorang pegawai, dirinya hanya mengikuti perintah dari pimpinan. Sehingga, ia merasa bukan orang yang tepat disalahkan dalam kasus tersebut.

"Kalau diperintah, yang namanya pegawai hanya menjalankan tugas saja. Hanya kesalahan saya kenapa mau dititipi uang itu," ucapnya.

Toni yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Kepegawaian dan Keuangan PDAM Kudus sebenarnya mendengar informasi adanya pungutan tersebut. Namun dirinya tak ingin terlibat sehingga ikut campur dalam prosesnya.

"Bahkan saya tidak menerima uang sepeserpun dari pungutan itu. Hanya sekali itu saja dititipi uang namun langsung ditangkap," ungkapnya.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Arkanu, Toni Yulantoro hanya menundukkan kepala mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa dari Kejati Jawa Tengah, Sri Heryono. Bahkan ia terlihat pasrah tanpa didampingi penasehat hukum di sidang perdananya.

Karena tak mampu membayar pengacara, akhirnya majelis hakim menunjuk pengacara sebagai penasehat hukum Toni pada sidang lanjutan mendatang. (Nal)

Mantan Dirut PDAM Kudus Didakwa Terima Uang Pungutan Pegawai Rp 720 Juta

Beredar Kabar Anggota PSHT Bakal Penuhi Solo, Kopassus & Brimob Dikerahkan Patroli

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved