Breaking News:

DPO Sejak 2012, Kejari Purwokerto Tangkap Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Emas

Kejari Purwokerto menangkap seorang DPO terpidana kasus penipuan jual beli emas dengan total kerugian Rp 948 juta.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto sesaat setelah penangkapan terpidana kasus jual beli emas dengan total kerugian Rp 948 juta pada Rabu (23/9/2020). 

Pada saat proses hukum kedua, yang bersangkutan masih menjalani masa tahanan dari kasus pertama yang saat itu di vonis dua tahun.

"Sehingga dia tidak ditahan karena masih menjalani pidana.

Sebelum putusan kedua inkrah, masa hukuman kasus pertama telah selesai dijalani sehingga keluar pada 2011," tambahnya.

Kenapa bisa DPO begitu lama, karena menurut Kajari terpidana tersebut alamatnya berubah - ubah, berpindah-pindah dan menyembunyikan diri.

Sebelum melakukan penangkapan tersebut, Kajari dan tim lainnya sudah melakukan maping terhadap terpidana, dan diketahui di Desa Mbrani, Kecamatan Sampang, Cilacap.

Kajari selalu kordinasi dengan tim intel baik dari kejaksaan tinggi dan kejaksaan agung.

"Dulu dia adalah pemilik toko emas Gajah. Putusan kedua waktu itu belum inkrah sehingga belum bisa di eksekusi. Padahal untuk putusan pertamanya sudah harus keluar," jelasnya.

Sebelum dipindah ke rutan khusus perempuan Banyumas, terpidana akan menjalani rapid dan swab terlebih dahulu.

Kajari mengatakan selalu berkordinasi dengan berbagai pihak jika akan melakukan penangkapan DPO.

"Ada beberapa target DPO lain, tapi kita tidak bisa sebutkan berapa, yang jelas ada beberapa DPO lain," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved