Breaking News:

Fokus: Disiplinkan Diri Sendiri

Disiplin menerapan protokol kesehatan dari diri sendiri setidaknya bisa menjadi bagian dari upaya meredam dan menghentikan penyebaran covid-19.

tribun jateng
arief novianto, wartawan tribun jateng 

Arief Novianto
Wartawan Tribun Jateng

"Goro-goro corona, saiki ekonomi Indonesia wis meh resesi. Ngono kok isih ono sing ora percoyo nek corona kuwi ono tenan (Gara-gara corona, sekarang ekonomi Indonesia sudah hampir resesi. Begini kok masih ada yang tidak percaya kalau corona itu benar-benar ada-Red)," kata satu tetangga saya, dalam diskusi ngalor-ngidul di satu warung kopi kampung, sore kemarin.

Yah, hal itu menanggapi pengumuman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sudah memberikan sinyal pasti ekonomi Indonesia bakal nyemplung ke kolam resesi.

Ia memprediksi perekonomian Indonesia pada kuartal III/2020 akan mengalami kontraksi hingga minus 2,9 persen. Angka tersebut jauh dari perkiraan sebelumnya, yakni minus 2,1 persen hingga 0 persen.

Sri Mulyani mengatakan, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun akan berada di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Sebelumnya, proyeksi Sri Mulyani berada di kisaran minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

"Kementerian Keuangan merevisi forecast untuk September, sebelumnya untuk tahun ini minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen. Forecast terbaru September untuk 2020 di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen," ujarnya, Selasa (22/9).

Dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di akhir tahun, Sri Mulyani menyatakan, pada kuartal III dan IV pertumbuhan ekonomi juga bakal negatif, setelah pada kuartal II lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah tercatat minus 5,32 persen.

Resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut. Resesi akan terjadi jika pertumbuhan ekonomi nasional kembali negatif di kuartal berikutnya (kuartal III).

"Negatif teritori kemungkinan akan terjadi pada kuartal III, dan juga masih akan berlangsung pada kuartal IV, yang kami upayakan bisa mendekati 0 atau positif," ujarnya.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda mengatakan, satu dampak yang mungkin saja timbul dari terjadinya resesi adalah meningkatnya jumlah pengangguran.

Halaman
12
Penulis: arief novianto
Editor: Vito
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved