Breaking News:

IHSG Berhasil Melesat 2,13% di Akhir Pekan

IHSG ditutup menguat sebesar 103,03 poin, atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79 pada akhir perdagangan Jumat.

Editor: Vito
KONTAN/Cheppy. A Muchlis
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (25/9), melesat dan ditutup di zona hijau, setelah turun beruntun dalam empat hari perdagangan.

IHSG ditutup menguat sebesar 103,03 poin, atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79 pada akhir perdagangan Jumat.

Penguatan IHSG diiringi aksi jual asing senilai Rp 829,60 miliar di seluruh pasar. Total volume transaksi bursa mencapai 11,83 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,33 triliun.

Ada sebanyak 302 saham mengalami kenaikan harga, 136 saham melemah, dan 134 saham diam di tempat. Meski demikian, IHSG melemah 2,24 persen dalam seminggu terakhir dari posisi dari 5.059,22 pada Jumat (18/9) lalu.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG itu lantaran adanya technical rebound dan kecenderungannya masih menguat terbatas.

Selain itu, penguatan IHSG mengekor pergerakan bursa global dan regional yang juga bergerak ke zona hijau.

Adapun, pergerakan IHSG yang terkoreksi dalam sepekan ini disebabkan kembali meluasnya pandemi covid-19, sehingga menyebabkan beberapa negara, terutama di Eropa kembali melakukan lockdown.

"Selain itu juga ada imbas dari skandal HSBC yang terjadi di pekan ini," katanya, Jumat (25/9).

Senada disampaikan analis Panin Sekuritas, William Hartanto. Menurut dia, sentimen terkait dengan bocornya dokumen The Financial Crimes Enforcement Network (Fincen) juga menahan laju IHSG dalam sepekan terakhir.

"IHSG tertekan sentimen terkait kasus Fincen. Memang terlihat jelas yang drop paling besar saham-saham perbankan," ujarnya.

William menyebut, penguatan IHSG itu juga terangkat sentimen vaksin buatan China yang memperoleh restu dari Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO).

"Penguatan IHSG ini masih dengan volume yang minim, dan efek sentimen vaksin yang kembali dihidupkan tersebut membuat saham-saham farmasi lebih menarik," paparnya. (Kontan/Ika Puspitasari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved