Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Puluhan Narapidana Lapas Pati Jalani Pemeriksaan HIV

Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menjalani pemeriksaan HIV atau mobile Voluntary Counseling Test (VCT)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menjalani pemeriksaan HIV atau mobile Voluntary Counseling Test (VCT), Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menjalani pemeriksaan HIV atau mobile Voluntary Counseling Test (VCT), Jumat (25/9/2020).

Pemeriksaan ini merupakan langkah antisipasi dini terhadap inveksi HIV/AIDS tersebut.

Kasubsi Perawatan Lapas Kelas II B Pati, Resi Djulirinanto menjelaskan, pemeriksaan HIV ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dengan kuota 90 orang.

Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin pada para narapidana.

“Sejauh ini belum ada yang terinveksi. Kalau ada, kami akan langsung ambil tindakan dan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkap dia.

Resi menambahkan, pemeriksaan HIV ini lebih difokuskan ke para tahanan yang baru masuk.

Selain itu juga pada para narapidana yang tersangkut kasus narkoba atau pelecehan seksual.

Selain itu, untuk mendeteksi apabila ada warga binaan dari kelompok lain yang positif HIV, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap narapidana lainnya yang berjumlah 333 orang.

“Ini kan rutin tiga bulan sekali. Karena permintaan dari DKK kali ini hanya 90 orang, kami prioritaskan warga binaan yang baru,” terangnya.

Selain pemeriksaan HIV, warga binaan juga disarankan untuk mendonorkan darah.

Namun, tidak semua bisa donor darah karena memang ada syarat yang harus terpenuhi, antara lain tidak mengidap penyakit menular.

Warga binaan yang mengikuti donor darah bisa diikutkan dalam program remisi maupun asimilasi.

“Ini bentuk aksi sosial mereka. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah itu juga bermanfaat bagi dirinya sendiri untuk dapat remisi maupun asimilasi,” jelas Resi. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved