Breaking News:

Pilkada 2020

Hari Pertama Kampanye, 3 Paslon Pilkada Kendal Tancap Gas, Pertemuan Terbatas hingga Daring

Di hari pertama kampanye, tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Kendal tancap gas.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: m nur huda
Istimewa
Deklarasi damai secara virtual oleh paslon Tino-Mustamsikin berpusat di gedung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal, Sabtu (26/9/2020) kemarin 

Sementara Mustamsikin, berharap usaha dan doa dalam memenangkan Pilkada tak putus hingga masa pemungutan suara dan penetapan bupati dan wakil bupati.

Katanya, di balik doa menuju kesuksesan harus disertai perjuangan yang maksimal. "Mari semua berjuang dan berdoa serta sampaikan visi dan misi Tim ke masyarakat," katanya.

Di sisi lain, paslon Ali Nurudin - Yekti Handayani meresmikan rumah pemenangan di Desa Tampingan Boja di hari pertama kampanye. Rumah tersebut didirikan dengan maskud agar menjadi tempat konsolidasi antar partai maupun pendukung supaya tidak terjadi sekat.

Cawabup Yekti Handayani optimistis di wilayah itu adalah mayoritas masyarakat pendukungnya. Ia pun mematok target suara sebanyak 75 persen di wilayah dapil 3 tersebut.

"Semoga dengan diresmikannya rumah pemenangan ini, target 75 persen suara di wilayah dapil 3 ini tercapai," ucapnya.

Bersama Cabup Ali, Yekti berjanji akan menghidupkan dan melestarikan kembali seni tradisional yang ada di Kendal ketika dipercaya memimpin Kendal. Seperti halnya melestarikan seni kuda lumping dan beberapa kesenian lainnya. 

"Kita harap semua proses nantinya berjalan lancar khususnya semua tahapan Pilkada dalam situasi pandemi Covid-19," terangnya.

Ketua DPD Nasdem, Siswoyo, mengatakan adanya rumah pemenangan ini diharapkan mampu melebarkan dukungan dari masyarakat Boja dan sekitarnya.

"Rumah pemenangan ini adalah rumah kita bersama. Jadi tidak ada sekat partai apa itu Nasdem atau Gerindra apalagi PKB. Semua partai pengusung dan elemen yang akan mendukung paslon Nurani berhak atas rumah pemenangan ini untuk berkonsolidasi," terangnya.

Di hari kedua masa kampanye, ketiga paslon rencananya akan terjun ke masyarakat melalui pertemuan terbatas atau door to door. Selama 70 hari ke depan, semua pergerakan paslon dan tim akan terus disorot oleh Bawaslu, Polri, maupun tim Satgas Covid-19 Kendal.

Apabila ditemukan kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, Bawaslu nantinya berhak membubarkan kegiatan apabila tidak diindahkan. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved