Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

Saat Haid Terasa Begitu Nyeri, Cobalah Kompres Perut Bagian Bawah

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore atau nyeri haid. Bagaimana cara menghilangkannya?

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ISTMEWA
dokter Bagus Faridian Djohan Putra SpOG 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dokter Bagus Faridian Djohan Putra SpOG,  dokter kandungan di RSIA Bunda Semarang, menerangkan, dismenore merupakan nyeri pada perut yang berasal dari kram rahim. Hal itu terjadi selama haid atau menstruasi. Dismenore/nyeri haid ini merupakan masalah ginekologis/kebidanan yang paling umum dialami oleh wanita, baik remaja maupun dewasa.

"Nyeri ini biasanya disebabkan karena adanya kontraksi yang kuat dan lama pada dinding rahim, hormon prostaglandin yang tinggi, serta pelebaran dinding rahim saat mengeluarkan darah haid. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore seperti, menarche (haid pertama kali) di usia dini, riwayat keluarga dengan keluhan dismenore, indeks masa tubuh yang tidak normal, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, durasi perdarahan saat haid, terpapar asap rokok, dan konsumsi kopi," kata dokter Bagus. 

Diterangkannya, kondisi dismenore dikatakan normal jika tidak ada kondisi patologis yang mendasarinya seperti endometriosis, atau kista ovarium. Lalu, lama nyeri saat haid sendiri umumnya berlangsung selama 8 hingga 72 jam yang biasanya muncul selama 6 sampai 12 bulan setelah menarche.

"Untuk meredakan rasa nyeri berlebih saat haid datang caranya mudah, yakni dengan mengkompres air hangat pada perut bagian bawah, olahraga ringan supaya bisa merilekskan tubuh, serta ditambah tidur yang cukup. Apabila dengan ketiga cara tersebut belum mereda, maka dapat diberi obat anti nyeri. Namun dengan catatan harus dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu," paparnya.

Obat pereda atau anti nyeri, lanjut dokter Bagus, memang bisa diberikan pada kondisi nyeri hebat akibat haid yang dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Tentunya, pemberian obat anti nyeri ini harus dengan konsultasi dokter dulu. Sebab, beberapa obat anti nyeri dapat menyebabkan peningkatan atau iritasi pada lambung sehingga akan berbahaya diminum pada wanita yang memiliki riwayat sakit lambung sebelumnya. Selain itu, beberapa obat anti nyeri juga dapat menyebabkan reaksi alergi.

"Untuk mencegah terjadinya nyeri pada haid, kita memang perlu mengenal lebih dulu masing-masing gejala dan risiko. Sehingga dengan hal tersebut, kita bisa mencegah atau mengurangi rasa sakit yang berlebih saat menstruasi. Hal umum yang bisa dilakukan antara lain, mengurangi konsumsi makanan- makanan cepat saji, meminum kopi, mengontrol berat badan, dan menghindari paparan asap rokok," sambungnya.

Terkadang, haid atau mens bisa dirasakan nyeri yang sangat hebat, namun bisa juga tidak nyeri sama sekali. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh tingkat presepsi terhadap rangsang nyeri tersebut serta kadar prostaglandin di dalam rahim.

"Dengan makin tingginya kadar prostaglandin, maka akan menyebabkan peningkatan kontraksi dari otot rahim sehingga kian memicu rasa sakit yang berlebih," katanya menjelaskan. (akhtur gumilang)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved