Breaking News:

Digelontor Dana Miliaran Rupiah, Pemkab Kendal Garap Rehabilitasi Saluran Air Induk dan Sekunder

Pemkab Kendal kembali peroleh kucuran dana dari Kemen PUPR Rp 80 miliar gunna membenahi saluran irigasi bendung Juwero.

RIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Peninjauan saluran sekunder di Kendal oleh DPUPR Kendal dan Kementerian PUPR yang akan dilakukan perbaikan hingga 2021, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal kembali mendapatkan kucuran dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) hingga Rp 80 miliar guna membenahi saluran irigasi air induk Sungai Bodri (bendung Juwero) hingga saluran irigasi sekunder pada 2020.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan, Pemkab Kendal mengaku bersyukur lantaran diberi kepercayaan kembali oleh kementerian untuk melakukan sejumlah pembangunan dan pembenahan di wilayah Kendal.

Katanya, pada 2019 lalu Pemkab Kendal mendapatkan dana langsung dari kementerian sebesar Rp 50 miliar, dan kembali dipercaya dengan kucuran dana Rp 80 miliar guna melakukan rehabilitasi saluran irigasi sungai induk maupun sekunder.

Sugiono menjelaskan, proses pemeliharaan jaringan irigasi di Kendal dibagi menjadi 2 tempat yakni Bodri kiri dan Bodri kanan.

Bodri bagian kiri dikerjakan oleh PT Gunung Tabor Perkasa selama 240 hari sejak Juli 2020 dengan nilai kontrak Rp 33,4 miliar. Meliputi saluran sungai Bodri bagian kiri, dan beberapa saluran sekunder Cepiring, Rejosari, Kaliyoso dan Pidodo.

Sedangkan Bodri bagian kanan dikerjakan oleh PT Putra Kencana Indramayu dengan masa pengerjaan 240 hari dan nilai kontrak Rp 27 miliar. Saluran yang digarap pada Bodri bagian kanan meliputi saluran induk, dan beberapa saluran sekunder yaitu saluran irigasi Gubugsari, Trompo kanan, Trompo kiri, Ketapang, serta saluran suplesi Penut yang mengambil air dari Bodri kanan ke sungai Kendal.

"Pengerjaan rehabilitasi ini melanjutkan pengerjaan di 2019 lalu. Sesuai jadwal akan berjalan selama 240 hari atau 8 bulan hingga Maret 2021 nanti," terangnya di Kendal, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut, beberapa hal yang menjadi pusat pemeliharaan jaringan irigasi meliputi normalisasi saluran dan perbaikan saluran baik di induk maupun saluran sekunder yang telah ditentukan.

Kata Sugiono, pengerjaan normalisasi saluran meliputi pengerukan lumpur atau sedimen, pembuatan lantai, hingga proses linning atau pembuatan senderan dan peninggian dinding saluran.

Ia berharap setelah dilakukan pemeliharaan saluran irigasi ini nantinya debit air meningkat, arus air lancar dan bisa mengairi 10.000 hektare sawah di Kendal dengan maksimal.

"Saluran-saluran Bodri dibangun kira-kira sejak orde baru lalu. Meski dilakukan pengerukan sedimen secara berkala, namun butuh perbaikan saluran dengan kondisi banyak yang rusak agar pengairan sawah bisa maksimal kembali dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Guna memaksimalkan pekerjaan, Pemkab Kendal memperpanjang masa pengeringan sungai dari Bodri kanan maupun Bodri kiri. Terlebih ketersediaan air di sungai Bodri yang terlalu sedikit untuk dipaksakan mengairi sawah-sawah di Kabupaten Kendal.

"Kita sudah kordinasi dengan pihak-pihak terkait tentang perpanjangan pengeringan saluran ini," ujarnya.

Sugiono mengimbau dengan adanya perbaikan dan pengeringan saluran irigasi, masyarakat Kendal khususnya para petani agar bersabar dan tidak segera melakukan penanaman, seperti contoh tanaman padi. Hal itu dimungkinkan bisa mengakibatkan tanaman padi menjadi puso akibat kekurangan air.

"Dengan adanya perbaikan saluran induk hingga sekunder ini, bisa jadi musim panen akan mundur ditambah saat ini sudah memasuki musim kemarau. Kita berharap nantinya aliran air akan meningkat dan lancar setelah dilakukan perbaikan untuk membantu kebutuhan air masyarakat secara maksimal," tutupnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved