Breaking News:

USM Jaring Mahasiswa Baru S1 Pariwisata hingga Akhir Oktober

Universitas Semarang (USM) masih membuka pendaftaran untuk Prodi S1 Pariwisata, yang merupakan jurusan baru.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Rektor USM, Andy Kridasusila 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Semarang (USM), Andy Kridasusila SE MM, menargetkan untuk jumlah mahasiswa program studi S1 Pariwisata minimal mendapatkan 30 mahasiswa. Hal itu mengacu pada peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mensyaratkan untuk prodi dengan jalur masuk IPS dengan jumlah minimal 30 mahasiswa.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka secara online atau daring pada Prodi S1 Pariwisata mundur. Hal itu karena pihaknya baru menerima SK terkait izin pada 15 September 2020 lalu.

"Sehingga kami mengharapkan dalam semester ini sudah mendapatkan mahasiswa. Kami membuka pendaftaran sampai akhir Oktober, tepatnya pada 26 Oktober 2020. Jadi, itu khusus Prodi S1 Pariwisata. Maka, nanti mulai perkuliahan pada bulan November 2020," ucapnya kepada Tribun Jateng, Senin (28/09/2020).

Dia menuturkan, karena terlambat satu bulan dari jadwal pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 untuk Prodi S1 Pariwisata kegiatan perkuliahan akan dikebut.

"Karena dalam satu semester ada 16 kali tatap muka, sehingga kuliah akan dilaksanakan seminggu dua kali untuk mengejar ketertinggalan itu," tuturnya.

Dalam proses kuliah, selain akan menyelengarakan tatap muka secara online pada prodi tersebut juga akan dilaksanakan proses perkuliahan praktik tatap muka secara langsung.

"Untuk proses belajar mengajar kami tentu saja mengikuti apa-apa yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Artinya, kalau kuliah tatap muka pasti akan diselenggarkan secara daring atau online," jelasnya.

Andy mengungkapkan, pemerintah melalui Kemendikbud sudah mengeluarkan kebijakan mengenai memperbolehkan kuliah praktik dengan tatap muka secara langsung, namun dengan peserta yang terbatas.
Prodi S1 Pariwisata USM yang berada di bawah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, lanjut Andy, karena pihaknya memberi penekanan pada ICT (information, communication, dan technology) untuk bidang pariwisata.

"Jadi, ada dua konsentrasi, yakni destinasi wisata dan hospitality. Sehingga, dari situ kami kemas ICT, harapannya itu (sektor pariwisata, red) bisa terinformasikan dengan baik," tandasnya. (M SHOLEKAN)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved