Wabah Virus Corona

Antisipasi Klaster Keluarga Penularan Covid di Jateng, Pemprov Siapkan Hotel untuk Ruang Isolasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, mengungkapkan pihaknya mewaspadai kasus yang berasal dari klaster keluarga

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Mamdukh adi Priyanto
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Beberapa klaster penularan virus corona Covid-19 muncul di Jawa Tengah. Yang terbaru yakni klaster keluarga yang terjadi di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, mengungkapkan pihaknya mewaspadai kasus yang berasal dari klaster keluarga.

Klaster keluarga biasanya berawal ketika ada anggota keluarga melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, tidak didukung dengan pemahaman bagaimana cara pencegahan virus.

Sehingga setiap tindakan dan kegiatan sehari- hari tidak berlandaskan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya, alat makan yang masih campur digunakan anggota keluarga lain, kamar isolasi yang masih menjadi tempat aktivitas orang lain dan sebagainya.

"Untuk klaster keluarga, saya kira harus diwaspadai. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh isolasi mandiri di rumah efektif atau tidak, mereka sudah sesuai standar protokol kesehatan atau tidak," kata Yulianto, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, sebagian besar isolasi mandiri sudah mematuhi protokol kesehatan. Namun, sebagian lagi belum.

Isolasi mandiri, kata dia, harus melihat sejumlah kondisi dan situasi rumah. Apakah penghuni rumah banyak atau sedikit, bagaimana dengan ketercukupan kamar yang ada.

Isolasi mandiri di rumah boleh saja dilakukan asalkan standar tempatnya itu memenuhi syarat. Serta mendapatkan pengawasan tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Meskipun demikian, Yulianto membeberkan pemerintah telah menyiapkan tempat- tempat isolasi baik di tingkat desa, kecamatan sampai provinsi.

"Kami sudah identifikasi semuanya. Bahkan, kami sudah inventarisir hotel di Jateng yang siap digunakan untuk isolasi maupun karantina, kami sudah koordinasi dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia). Kami sudah list hotel apabila suatu saat digunakan, sudah siap," jelasnya.

Pihaknya menyatakan semua hotel di 35 kabupaten/kota saat ini bisa dimanfaatkan sebagai lokasi isolasi terutama bagi pasien Covid-19 tanpa gejala alias OTG.

Sementara, Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah, Benk Mintosih menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi untuk menyiapkan ruang isolasi di hotel.

"Saat informasi disebar ke pengelola hotel. Ada tiga hotel yang mulai tanya- tanya terkait kesiapan kerjasama dengan Dinkes Jateng," ucapnya.

Ketiga hotel tersebut kategori hotel bintang tiga dan empat. Meski begitu, ia masih merahasiakan lokasi hotel tersebut.

Dengan dijadikannya hotel sebagai ruang isolasi, ia berharap pengelola hotel bisa sintas meskipun harus berani mengambil risiko.

Yang jelas pihaknya sedang mengupayakan agar hotel dapat segera pulih di masa pandemi ini.

Benk meminta pemprov segera menyosialisikan penggunaan kamar hotel sebagai ruang isolasi Covid-19 agar hotel-hotel yang beroperasi saat ini bisa lebih siap.

"Harapan saya sih Dinkes-nya yang ngumpulin pengelola hotel, diajak rembugan, diajak sosialisasi biar mereka tahu kalau pemerintah memberikan stimulus bagi hotel yang mau menyediakan ruang isolasi Covid-19," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved