Breaking News:

Lifestyle

Pria Lebih Baper ketika Putus Cinta? Simak Hasil Penelitian Berikut Ini

Untuk jangka panjang, dampak dari asmara yang kandas ternyata umumnya lebih buruk bagi pria.

Editor: M Syofri Kurniawan
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Berakhirnya suatu hubungan bisa memiliki dampak berbeda antara pria dan wanita.

Untuk jangka panjang, dampak dari asmara yang kandas ternyata umumnya lebih buruk bagi pria.

Sebuah penelitian digagas para ilmuwan di Binghamton University dan University College London (UCL) mengungkap kesimpulan itu.

Warga Colomadu Karanganyar Ditangkap Polisi, Gadaikan Sertifikat Tanah Setelah Terima Rp 765 Juta

Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris

Kota Pekalongan Masuk Zona Merah, Dinkes: Ada Penambahan 17 Kasus Dalam Sehari

Update Virus Corona Kota Semarang Senin 28 September 2020, Pedurungan Tertinggi Disusul Ngaliyan

Perempuan cenderung merasa sedih untuk jangka pendek, setelah hubungan berakhir.

Namun, pria mengalami penyesalan mendalam yang berlarut-larut alias " baper" berkepanjangan.

Kemungkinan itu terjadi karena wanita merasakan kesedihan "kronis" di awal kandasnya hubungan, sehingga mereka bisa pulih lebih cepat.

Menurut co-author dalam penelitian ini, Craig Morris, Ph.D., wanita telah "berinvestasi" jauh lebih banyak dalam suatu hubungan dibandingkan pria.

"Pertemuan romantis yang singkat bisa berujung pada kehamilan, diikuti oleh masa menyusui dan mengasuh anak seumur hidup."

"Sementara pria bisa meninggalkan hubungan romantis tanpa investasi biologis," kata Morris.

Perasaan cinta dan dinamika hubungan asmara semakin berkembang dan jauh lebih kompleks dari waktu ke waktu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved