Virus Corona Jateng

17 Santri Karangsuci Purwokerto Telah Sembuh, Masih Jalani Karantina

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan jika santri yang sembuh tersebut yang sempat dirawat di RSUD Banyumas

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Kondisi halaman depan sekitar Ponpes Karangsuci, Purwanegara, Purwokerto Utara pasca ratusan santrinya positif covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sempat dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 17 santri Pondok Pesantren di Karangsuci, Purwanegara, Purwokerto utara telah sembuh.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan jika santri yang sembuh tersebut yang sempat dirawat di RSUD Banyumas.

"Semua santri tersebut di bawah 65 tahun dan meskipun sudah dinyatakan sembuh mereka masih menjalani karantina," ujar bupati kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya diberitakan jika total santri yang positif adalah 190 santri dari dua ponpes di Banyumas, yaitu yang berada di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, dan di Sumbang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas telah mengambil sampel swab terhadap lebih dari 500 orang yang terdiri atas santri dan pengurus ponpes setempat.

Pasca ratusan santri di Pondok Pesantren di Karangsuci, Purwanegara, Purwokerto Utara positif covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) juga akan lakukan screening kesehatan.

Disepakati bahwa nanti bukan tes swab tetapi hanya screening kesehatan.

Dari dinas kesehatan akan berkoordinasi dengan FKPP melakukan pendeteksian, yaitu jika ada yang bergejala maka akan diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan bagi yang mempunyai gejala mirip covid-19 tidak dilakukan di pondok, tetapi yang bersangkutan akan dibawa dan jika hasil tes positif barulah akan dikarantina.

Karantina di pondok diperbolehkan akan tetapi akan di survey terlebih dahulu.

"Nanti kita akan bentuk tim lagi yang akan survey ke pondok-pondok jika memungkinkan karantina mandiri," jelasnya.

Bupati berkeyakinan bahwa para santri ini masih muda dan akan cepat pulihnya.

Justru yang dikhawatirkan adalah para kyai-kyai atau pengurus yang sudah tua dan mempunyai penyakit pemberat. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved