Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Antisipasi Bencana Alam, Polres Semarang Siapkan 750 Personil Gabungan Lengkap dengan Peralatan

Mengantisipasi terjadinya bencana alam pada wilayah Kabupaten Semarang kepolisian setempat menyiapkan ratusan personil gabungan.

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Mengantisipasi terjadinya bencana alam pada wilayah Kabupaten Semarang kepolisian setempat menyiapkan ratusan personil gabungan.

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan dalam rangka mencegah sekaligus mengantisipasi kejadian bencana alam telah disiapkan sebanyak 750 personil gabungan.

"Adapun personil itu terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Dishub Kab Semarang. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama terutama menyangkut bencana alam terlebih situasi telah memasuki musim penghujan," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai memimpin Apel Siaga Bencana Alam 2020 di Polres Semarang, Rabu (30/9/2020)

Menurut AKBP Gatot, ratusan personil gabungan tersebut nantinya diminta melakukan prioritas pengawasan pada wilayah pegunungan dan pemukiman warga diketinggian karena rawan longsor.

Ia menambahkan, potensi bencana berupa tanah longsor pada wilayah Kabupaten Semarang hampir merata. Meskipun secara statistik frekuensi kebencanaan tergolong masih aman.

"Hanya saja, namanya bencana tidak bisa kita prediksikan terjadi di daerah pinggiran atau terpencil maupun dekat dengan perkotaan," katanya

Pihaknya mengungkapkan, guna memonitor seluruh potensi kebencanaan Polres Semarang akan memaksimalkan fungsi anggota Linmas, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto menjelaskan terdapat 8 wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi bencana alam tanah longsor.

"Seperti Banyubiru, Sumowono, Ambarawa, Getasan, dan Bandungan. Itu beberapa daerah yang telah kami petakan. Musim penghujan kami perkirakan awal Oktober mengacu BMKG puncaknya Januari 2021," ujarnya

Sedangkan kesiapan personil lanjutnya, BPBD Kabupaten Semarang telah menyiapkan para relawan yang terfokus di tingkat kecamatan. Termasuk, posko pengungsian sehingga apabila terjadi kejadian bencana telah siap.

Heru Subroto memaparkan, secara perbandingan kejadian bencana jumlahnya lebih menurun sekitar 10 persen. Sementara total kejadian ada sebanyak 159 kejadian didominasi kebakaran, untuk potensi kedepan tanah longsor.(ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved