Breaking News:

Berita Banjarnegara

Korban Longsor Desa Majatengah Banjarnegara Tempati Dukuh Baru Sido Makmur

Setelah sempat tinggal di pengungsian, kini mereka menetap di hunian permanen yang difasilitasi pemerintah

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
Penyerahan bantuan kepada warga terdampak longsor di Desa Majatengah, Banjarmangu Banjarnegara, Selasa (29/9) 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Sebanyak 12 keluarga terdampak longsor di Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu akhirnya menempati kampung baru.

Setelah sempat tinggal di pengungsian, kini mereka menetap di hunian permanen yang difasilitasi pemerintah.

Para korban longsor ini bukan hanya menempati rumah baru, namun juga komplek pemukiman baru. Di situ, mereka memulai lembaran hidup baru dan mengubur kenangan buruk tentang penderitaan akibat bencana.

Untuk melambungkan harapan baru yang lebih baik, mereka membentuk dukuh baru. Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, kemarin, Selasa (29/9) meresmikan Dukuh “Sido Makmur” di Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu.

Dukuh “Sido Makmur” merupakan relokasi baru bagi 12 Kepala Keluarga (KK) korban bencana alam tanah bergerak desa setempat. Budhi pun mengucapkan selamat kepada warga yang akan menempati kampung baru tersebut.

“Bismillah, relokasi ini saya beri nama "Dukuh Sida Makmur, mengandung makna dan doa, semoga wargaku di Dukuh Sida Makmur ini bisa hidup makmur, aman, nyaman, dan jauh dari mara bahaya dan bencana,"katanya

Budhi pun mengajak warga untuk memulai kehidupan dengan lembaran baru yang lebih baik. Di antaranya dengan menjaga lingkungan, serta merawat persaudaraan dan kedamaian.
Ujian dan bencana, katanya, tak bisa dihindari karena sudah ketetapan dari Sang Maha Pencipta.

“Kita harus yakin, ibarat anak yang naik kelas pasti harus sanggup melewati ujian,” imbuh bupati.

Kades Majatengah, Sarno berterima kasih atas perhatian pemerintah dalam membangun relokasi bagi KK yang terdampak bencana tanah bergerak.

Sehingga warga terdampak merasa aman, nyaman, dan tidak khawatir terhadap ancaman bencana ketika sedang terlelap. Pasalnya, kondisi tanah di tempat tinggal baru mereka kini relatif lebih aman dari ancaman longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara Aris Sudaryanto menambahkan, dipilihnya lokasi yang diberi nama Dukuh Sido Makmur, sudah melalui kajian dari tim ahli.

“Lokasi ini hasil kajian tim ahli dari BPBD Provinsi dan Kabupaten serta ahli geologi, Insyaallah tanah di sini aman, stabil dan tidak bergerak,” ujarnya

Sumarto, yang menempati rumah baru di dukuh itu gembira dengan hunian yang sudah lama dinantikan jadi. Meski sederhana, ia merasa ada harapan baru lahir di tempat tinggal barunya itu. Bagaimanapun, menempati rumah sendiri, meski sederhana, lebih nyaman dan tenang ketimbang harus menumpang di tempat tinggal orang.

"Sekarang kami sudah punya rumah, jalan, dan kampung yang baru,” ujarnya

Untuk diketahui, awal tahun 2020 lalu terjadi bencana pergerakan tanah di desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun sebanyak 12 rumah rusak berat. Masyarakat terdampak telah menerima bantuan Rp 25 juta untuk relokasi, ditambah bansos dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved