Pendidikan

Wagub Taj Yasin Minta Santri Jangan Dipulangkan Dulu dari Pesantren

Pengasuh pondok pesantren untuk berkoordinasi dengan gugus tugas. Hal itu dikarenakan, beberapa pondok pesantren di Jateng menjadi klaster covid-19.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
IST
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ketika berkunjung di Ponpes Assalafi Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pengasuh pondok pesantren di Jateng untuk berkoordinasi dengan gugus tugas. Hal itu dikarenakan, beberapa pondok pesantren di Jateng menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Taj Yasin, menuturkan, Pemprov Jateng akan terus mengawasi pergerakan penyebaran Covid-19 di pondol pesantren.
"Kami akan mengawasi pergerakan tersebut, untuk itu kami harap pondok pesantren yang terpapar, segera berkoordinasi dengan gugus tugas," jelas Taj Yasin, usai mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Gradhika Bhakti Praja, Selasa (29/9).

Selain itu, Taj Yasin juga meminta kepada seluruh pengelola pondok pesantren yang menjadi klaster Covid-19 tidak memulangkan santrinya ke rumah.

Pasalnya, ada kekhawatiran, santri tersebut membawa Covid-19 dan menular ke kampungnya masing-masing.
"Tahan dulu, jangan dipulangkan begitu saja. Laporkan ke kami, kami akan bantu apa yang diperlukan pondok pesantren dalam rangka penanganan ini," ujarnya.

Ia menerangkan, hingga kini ada beberapa pondok pesantren yang melaporkan adanya kasus Covid-19. Diantaranya di Batang, Kendal, Kebumen serta Banyumas.

"Ini yang terbaru di Kabupaten Pekalongan. Baru kami dalami saat ini, sejauh mana yang terpapar. Baru kami awasi," katanya.
Taj Yasin juga menginstruksikan agar menghentikan kegiatan sejumlah pondok pesantren yang terdapat kasus Covid-19.
"Terkait penutupan pondok pesantren di Jateng akan kami evaluasi terlebih dulu, sementara ini memang kegiatan di pondok pesantren kami berhentikan dulu, tapi tidak tidak kami tutup dan santrinya tidak dipulangkan," paparnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta agar penanganan klaster pondok pesantren ditangani serius.

"Dari Kebumen dan Banyumas sudah menghubungi kami, mereka minta bantuan tempat isolasi. Sudah kami bantu untuk pemenuhannya, termasuk tindakan lain dalam rangka penanganan," tambahnya. (BUDI SUSANTO)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved