Breaking News:

Warga Semarang Utara Ini Dituntut 11 Tahun Penjara karena Perkosa Gadis Bawah Umur

Jaksa Kejari Kota Semarang, Vidya Ayu Pratama, menuntut agar hakim menghukum Susanto dengan pidana penjara 11 tahun.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
net
Ilustrasi sidang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jaksa Kejari Kota Semarang, Vidya Ayu Pratama, menuntut agar hakim menghukum Susanto alias Bodong dengan pidana penjara selama 11 tahun.

Jaksa menilai warga Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang itu terbukti melakukan tindak pidana perkosaan atau persetubuhan pada ES (14), gadis yang masih di bawah umur.

"Menuntut kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara agar menjatuhkan pidana kepada terdakwa Susanto selama 11 tahun penjara," ucap jaksa Vidya, dalam sidang tuntutan yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (30/9/2020).

Selain pidana penjara, jaksa Vidya juga menuntut hakim menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 100 juta. Jika tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan lamanya.

Atas tuntutan tersebut, penasehat hukum Susanto, A Teguh Wahyudin, menyatakan akan menyampaikan pembelaannya pada sidang selanjutnya. Ia meminta waktu selama satu pekan untuk menyiapkan pembelaannya itu.

"Pembelaan (pleidoi--red) akan kami sampaikan sidang selanjutnya," kata Teguh.

Sebagaimana dakwaan jaksa, Susanto alias Bodong, warga Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, didakwa melakukan perkosaan atau persetubuhan pada gadis bawah umur, ES (14).

Aksi bejat Susanto dilakukan pada 29 Desember 2019 lalu. Awalnya, korban ditawari pekerjaan oleh Susanto. Karena urusan itu, Susanto mengajak korban bertemu di sebuah toko modern di Jalan Hasanudin. Tak sendirian, Susanto juga mengajak seorang teman perempuan dalam pertemuan tersebut.

Di sela pertemuan itu, terdakwa Susanto bersama teman perempuannya pergi membeli minuman keras. Usai membeli minuman keras, terdakwa Susanto kemudian mengajak korban dan teman perempuannya ke sebuah kontainer kosong di Jalan Arteri Yos Sudarso. Di tempat tersebut, terdakwa Susanto minum minuman keras yang dibelinya.

Terdakwa Susanto kemudian meminta korban untuk juga meminum minuman keras tersebut. Namun korban tidak mau dan menolaknya.

Kemudian terdakwa membanting tubuh korban ke lantai kontainer, membenturkan kepalanya, dan mencekik leher hingga korban mengalami luka memar di kepala dan beberapa bagian tubuh.

Setelah itu, terdakwa Susanto memperkosa atau menyetubuhi korban dengan cara memasukkan kemaluannya ke kemaluan korban. Usai diperkosa, korban langsung melarikan diri ke kantor polisi di daerah pelabuhan. Orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut tak terima dan langsung melaporkan ke Polrestabes Semarang.

Perbuatan terdakwa Susanto dibuktikan dengan visum yang menyatakan terdapat robekan selaput dara korban. Serta dari hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik, menyatakan sperma yang terdapat pada celana pendek yang dipakai korban, adalah sperma terdakwa Susanto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved