Berita Kabupaten Banjarnegara
Keprihatinan Perajin Batik Banjarnegara di Hari Batik Nasional
Sebagaimana sektor usaha lain, pandemi Covid 19 membuat industri batik terpuruk
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Di tengah euforia masyarakat merayakan Hari Batik Nasional, para pengrajin di sentra industri batik Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Banjarnegara masih harus di tengah nuansa yang penuh keprihatinan.
Sebagaimana sektor usaha lain, pandemi Covid 19 membuat industri batik terpuruk.
Daya beli masyarakat menurun. Minat masyarakat untuk berbelanja batik pun rendah karena perekonomian sedang susah.
Waridah, pengrajin batik dari Kelompok Giri Alam Desa Gumelem Wetan ikut merasakan dampak pandemi terhadap usaha kelompoknya. Ia bersama kelompoknya selama ini memproduksi batik, baik batik tulis, cap, hingga ecoprint dengan motif klasik maupun kontemporer.
"Adanya Covid 19, kami mengalami penurunan omset,"katanya, Jumat (2/10)
Di masa pandemi, jumlah pesanan produk batik terus menurun. Omset penjualan merosot tajam hingga 90 persen.
Bukan hanya sepi penjualan, berbagai kegiatan yang mendukung ekonomi pengrajin pun ikut sepi.
Biasanya, kelompoknya menerima kunjungan tamu dari luar kota hingga mancanegara untuk belajar atau melihat langsung proses membatik yang unik.
Pihaknya juga biasa diundang dalam kegiatan pelatihan membatik, semisal di sekolah.
Tetapi Waridah memaklumi kondisi itu. Di masa pandemi, masyarakat banyak mengurangi aktivitas keluar atau berkerumun untuk mencegah penularan korona.
"Penurunan omset sampai 90 persen,"katanya
Karena minim permintaan, pihaknya terpaksa sempat lama tak berproduksi.
Pihaknya hanya mengandalkan stok lama yang masih tersedia jika pesanan datang.
Beruntung anggota kelompok masih bisa bekerja di sektor pertanian, baik petani atau buruh tani saat produksi batik terhenti.
Sehingga ekonomi mereka masih tertolong di masa pandemi.
Berbulan-bulan terpuruk, sejak April 2020, kini industri batik Gumelem mulai bangkit kembali.
Di era new normal, September 2020, pesanan mulai berdatangan, meski belum banyak.
Ini kabar baik bagi pengrajin yang lama terdampak pandemi. Mereka kembali bergairah membatik untuk melayani pesanan pelanggan.
"Bulan ini mending, sudah mulai ada pesanan lagi,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-phas-gumelem-banjarnegara.jpg)