Malaysia Perketat Lockdown di Sabah

Lonjakan kasus covid-19 di Malaysia terjadi setelah terdapat peningkatan perjalanan ke dan dari Sabah menjelang pemilihan negara bagian.

Editor: Vito
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi - WNI dan WNA asal Kualalumpur, Malaysia saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Senin (18/05/20) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia melaporkan 287 kasus virus corona pada Jumat (2/10). Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, angka itu merupakan peningkatan harian tertinggi, setelah melaporkan 260 kasus covid-19 baru pada Kamis (1/10).

Berdasarkan data kementerian kesehatan, sebagian besar kasus virus corona terjadi karena wabah di negara bagian Sabah. Hingga Jumat (2/10), Negara Asia Tenggara itu telah melaporkan total 11.771 kasus virus corona sejauh ini, termasuk 136 kematian, menurut lapor Reuters.

Melansir Straits Times pada Kamis (1/10), lonjakan kasus covid-19 terjadi setelah terdapat peningkatan perjalanan ke dan dari Sabah menjelang pemilihan negara bagian pada Sabtu (26/9) lalu.

Merespons cepat kenaikan jumlah kasus covid-19, pemerintah pada Kamis mengumumkan larangan bepergian antara 27 distrik di Sabah untuk mengekang penyebaran infeksi virus corona. Pembatasan perjalanan dimulai tengah malam pada Sabtu (3/10), dan akan diberlakukan selama 14 hari hingga 16 Oktober.

Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengatakan, hanya layanan penting, seperti persediaan makanan dan layanan medis serta keamanan yang membutuhkan perjalanan antardistrik, yang akan tetap diizinkan melakukan perjalanan selama periode itu.

Otoritas Malaysia juga mendesak masyarakat untuk terus mempraktikkan jarak sosial dan menghindari keluar rumah kecuali benar-benar penting.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan empat distrik Sabah, yaitu Lahad Datu, Tawau, Kunak, dan Semporna, di bawah perintah kontrol gerakan yang ditingkatkan atau Enhanced MCO, dari Selasa hingga 12 Oktober.

Langkah tersebut adalah lockdown ketat yang menutup sebagian besar aktivitas bisnis, dan mencegah orang memasuki atau meninggalkan distrik itu.

Keempat distrik itu berada di pantai timur Sabah, negara bagian terbesar kedua di Malaysia setelah Sarawak. Lockdown dilakukan setelah 1.195 kasus covid-19 tercatat di empat distrik tersebut sejak awal September. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved