Breaking News:

Universitas Nasional Karangturi

Belajar Bahasa Inggris melalui Game Populer, Apakah Bisa?

anak diharuskan mempelajari istilah-istilah yang digunakan dalam game tersebut untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Oleh Daud Jiwandono MA MPd, Dosen PBI Universitas Nasional Karangturi 

Oleh Daud Jiwandono MA MPd
Dosen PBI Universitas Nasional Karangturi

POPULARITAS permainan dalam gawai semakin meningkat pada masa pandemi Covid-19 ini. Pesatnya perkembangan teknologi perangkat mobile (handphone/telepon genggam) semakin membuat masyarakat termanjakan dengan banyaknya pilihan yang tersedia. Kondisi pandemi ini pun semakin mempengaruhi animo masyarakat dalam membeli handphone terutama para orang tua yang mempunyai anak yang masih bersekolah.

Adanya kewajiban melaksanakan kegiatan sekolah secara daring, pembelian handphone canggih semakin meningkat. “Kalau hapenya lemot susah mas buat belajar, lagian hape jaman sekarang yang bagus juga terjangkau,” tutur Sholeh, warga Sukorejo, Semarang. Dia juga menambahkan adanya fasilitas kredit melalui BMT/Koperasi juga menjadi salah satu daya tarik masyarakat golongan menengah ke bawah untuk membeli perangkat tersebut. “Semua demi pendidikan anak, siapa lagi kalo bukan orangtua yang memenuhi,” tambah Sholeh.

Dengan kondisi banyaknya anak memanfaatkan perangkat handphone untuk belajar, terdapat pula fenomena penggunaan handphone untuk hiburan yakni bermain game di perangkat handphone. Dari laporan Kompas, rata-rata masyarakat 27 persen waktunya atau sekitar 4,3 jam sehari dalam menggunakan handphone pada bulan April 2020.

Bahkan dari pengamatan di beberapa tetangga sekitar, anak-anak rela berdiam diri di samping rumah tetangga lain untuk memanfaatkan jaringan wifi untuk bermain game. “Memang saya kasih password wifi rumah untuk anak tetangga agar tidak perlu beli kuota," ujar Satria, warga Sampangan Semarang yang membolehkan anak-anak sekitar mengakses wifi di rumahnya. “Kalau mereka malam-malam masih nongkrong di sebelah rumah ya saya ingatkan agar segera pulang,” tambah Satria. Fenomena ini terkadang pula menjadi pengantar anak menjadi kecanduan bermain game sehingga ini menjadi poin penting dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak di jaman ini.

Salah satu cara untuk menyiasati kondisi tersebut yakni perlu adanya pendampingan terutama dari sisi orang tua atau orang terdekat yang paling banyak menghabisakan waktu dengan anak. Perlu ditekankan pentingnya pemakaian gawai secara bijak dan penekanan bahwa proses belajar pun dapat dilakukan ketika sedang bermain game. Hal ini perlu karena tujuan anak dalam bermain game akan beralih dari awalnya hanya untuk memenuhi hasrat kesenangannya, menjadi mengambil manfaat dari game tersebut di  bidang akademik.

Hal yang dapat diambil sebagai pembelajaran dalam game yakni bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa mayoritas yang digunakan dalam platform game baik sebagai bahasa utama maupun sebagai bahasa pilihan di dalam game tersebut. Kondisi ini menjadi menarik ketika anak bermain game, mereka dapat pula memanfaatkannya untuk mempelajari bahasa pengantarnya. 

Hal yang paling feasible untuk dilakukan dalam bermain game sambil belajar yakni selama bermain game, anak diharuskan mempelajari istilah-istilah yang digunakan dalam game tersebut untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka. Selain itu pula dengan adanya fitur multiplayer dengan banyak orang, misalnya dalam game Mobile Legend, anak dapat memilih untuk memasuki zona global sehingga dalam bermain mereka dapat berinteraksi dengan orang lain dari luar negeri yang tentu akan memaksa mereka menggunakan bahasa Inggris untuk berkoordinasi dalam permainan tersebut.

Dengan kondisi tersebut diharapkan selain dapat memperoleh hiburan, anak dapat pula mengambil manfaat dalam game tersebut terutama untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Namun, tentunya dukungan serta pendampingan dari orang tua sangatlah wajib dilakukan agar kehidupan anak dapat seimbang antara bermain dan belajar serta berinteraksi dengan orang lain. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192, Semarang. Telp. 024-3545882/08112710322 atau IG @universitasnasionalkarangturi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved