Breaking News:

Liputan Khusus

Gubernur Jateng Bantu Pasarkan Produk UMKM di #LapakGanjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyiapkan langkah untuk mendorong bangkitnya ekonomi. Seperti memberikan stimulus untuk UMKM

Editor: iswidodo
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Resesi ekonomi tak terelakkan lagi di kuartal III-2020 ini, dengan pertumbuhan ekonomi nasional minus 1% hingga minus 2,9%. Meskipun penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak separah negara-negara lain yang juga mengalami dampak pandemi Covid-19. Bahkan Bank Dunia menyebut 92 persen negara di dunia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyiapkan langkah untuk mendorong bangkitnya ekonomi. Seperti memberikan stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah. "Proses ekonomi sekarang ini memang sedang goncang dan kita perlu menyiapkan langkah untuk bisa bertahan. Peran pemangku kepentingan, khususnya usaha kecil mikro, saat ini menjadi penting untuk membangkitkan ekonomi," kata Ganjar dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Minggu (27/9).

Jateng sudah memetakan sektor-sektor yang perlu mendapatkan dorongan dan pertolongan. Dalam hal Ganjar juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Sektor tersebut kemudian berkembang sampai bisnis-bisnis terkait.

"Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait memang perlu mendapatkan rescue. Mudah mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng, Ema Rachmawati menegaskan sudah banyak stimulus yang diberikan dari pemerintah kepada pelaku UMKM. "Ada subsidi bunga, enam bulan pertama dapat subsidi 6 persen, 6 bulan selanjutnya dapat 3 persen selama setahun," jelasnya.

Stimulus berikutnya yakni restrukturisasi kredit. Ada 6 skema yang ditentukan pihak perbankan, apakah penundaan bunga atau penundaan pokok tergantung kebijakan bank. Lalu ada PPh final dimana pembayaran PPh ditanggung pemerintah. Ini harus UMKM yang mengajukan. Kemudian, bantuan presiden (banpres) untuk usaha mikro produktif langsung tunai sebesar Rp 2,4 juta. "Saat ini sudah 50 persen UMKM yang mencairkan dana tersebut," katanya.

Kriteria penerima manfaat banpres ini adalah pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang tidak memiliki kredit di perbankan dan lembaga keuangan atau tidak bankable.

Penerima harus memiliki usaha mikro atau ultra mikro dan nasabah perbankan atau lembaga keuangan dengan simpanan kurang dari Rp 2 juta. "Yang penting mereka punya tabungan di bawah Rp 2 juta. Kalau tidak punya rekening nanti dibuatkan bank yang ditunjuk Kemenkop-UMKM," imbuhnya.

Setiap pekan pada Minggu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mempersilakan pelaku UMKM dari Jateng melapak melalui Instagram Story-nya. Caranya memposting produk yang akan ditampilkan dan hashtag akun IG Ganjar. Setiap pekan, UMKM yang ditampilkan berbeda-beda. Produk UMKM itu ditampilkan di Instagram #LapakGanjar.

Dari UMKM dengan produk olahan beras, UMKM furniture kayu, tembaga dan sebagainya. Ia menilai dengan langkah seperti itu bisa menggerakan perekonomian dalam negeri. Ekonomi yang bergairah merupakan jalan keluar dari resesi ekonomi.

Maka Ganjar tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri. "Kita dorong ke sana. Yuk kita buat, kita produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri," katanya.

Menurutnya, kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting sehingga mendorong produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Gerakan membeli produk teman menjadi hal yang positif. Ia juga memberi catatan, yang terpenting adalah barang yang dibeli merupakan produk dalam negeri.

Langkah lain yang disiapkan adalah dorongan untuk menciptakan dan menumbuhkan entrepreneur-entreprenuer baru. "Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi kebutuhan pekerjaan dengan menciptakan pekerjaan," imbuhnya. (tim lipsus)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved