Breaking News:

Pengusaha dan Profesional NU Gandeng Kemenpora Gelar Pelatihan Wirausaha bagi Santri di Jepara

Pengusaha dan Profesional Nahdliyin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (P2N-PBNU) bekerjasama dengan Kemenpora RI.

Istimewa
Wasekjen P2N-PBNU Jadug Trimulyo menyerahkan kenang-kenangan kepada Bupati Jepara, Dian Kristiandi, di sela-sela acara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pengusaha dan Profesional Nahdliyin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (P2N-PBNU) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menyelenggarakan pelatihan bagi para santri/santriwati dari pesantren-pesantren di Jepara, kemarin.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) P2N-PBNU, Jadug Trimulyo, mengatakan P2N-PBNU menilai para santri perlu diberikan dan dibekali keahlian wirausaha. Sebab, menurutnya, para santri memiliki potensi yang besar di masa mendatang.

"Karenanya, bagi P2N peningkatan sumber daya manusia dikalangan pesantren menjadi prioritas," kata Jadug, dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2020).

Dituturkan, di Republik ini terdapat 27 ribu pondok pesantren dengan jumlah santri lebih dari 3,6 juta jiwa.
"Jika kita melihat tren pertumbuhan ekonomi kita dalam 5 tahun terakhir yang tidak pernah menyentuh 6 persen dan mengingat tingkat kelahiran nasional yang terus naik, maka proyeksi bonus demografi yang benar-benar akan kita hadapi bisa saja berbalik arah merugikan apabila lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi kita tidak tumbuh secara signifikan."

"Karenanya kita perlu memikirkan solusi, salah satunya adalah memaksimalkan potensi para santri. 3,6 juta ditambah puluhan juta alumni santri di seluruh Indonesia adalah potensi yang mampu ‘menyelamatkan’ bangsa dari jurang resesi,” terang alumni Universitas Diponegoro (Undip) itu.

Jadug menambahkan bahwa perpaduan antara pesantren dan konsep wirausaha adalah hal yang tepat dan sesuai kebutuhan bangsa kini.
“Stigma selama ini bahwa pengusaha besar itu ‘jahat’ akan terkikis apabila para santri kita hari ini beramai-ramai memulai berwirausaha, tidak hanya mengembangkan kemandirian pribadi namun juga kemandirian bangsa."

"Karena santri kita selama ini digembleng adabnya, sehingga perpaduan antara adab, wirausaha dan konsolidasi yang dapat dibangun diantara para santri ini menjadikan perekonomian Indonesia lebih menyentuh masyarakat bawah, sector rill dan mengedepankan adab santri,” imbuh putra asli Jepara ini.

Ia mengakui, banyak kalangan muda Indonesia saat ini yang menginginkan hasil instan dalam usaha, dan terlihat keren. Sehingga tak jarang melupakan sektor riil, yang sesungguhnya memegang peranan sangat penting.

“Padahal sektor riil adalah kekuatan utama bangsa dan hari ini terbukti, di tengah pandemi Covid-19 (Corona) dan dunia yang diambang resesi, masyarakat Indonesia secara umum tidak terlalu terpengaruh karena kita pegang sektor riil."

"Misalnya beras dan bahan pokok lain kita produksi sendiri, ini kunci Indonesia untuk bisa berdikari,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved