Breaking News:

Parenting

Mengkhawatirkan, Intensitas Anak Menatap Layar Gadget Makin Sering Seiring Pembelajaran Daring

Intensitas anak menatap layar gadget makin sering seiring pembelajaran daring. Anak pun pegang HP dari garap tugas sekolah sampai main game.

TRIBUN JATENG
Ibu mendampingi anak selama belajar daring 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembelajaran jarak jauh secara daring bagi para siswa telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini. Metode kegiatan belajar ini sendiri dikeluarkan guna mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Belajar daring mengharuskan siswa untuk sering menatap layar gadget seperti HP, laptop, dan sejenisnya.

Intensitas mata untuk menatap layar tentu akan lebih tinggi dari biasanya. Maka dari itu, beberapa hal penting dilakukan supaya kesehatan mata tetap terjaga. Seperti diterapkan oleh ibu empat anak bernama Ika Yuanita ini.
Ika, panggilannya, mengaku, anak bungsunya kini tiada hari tanpa menatap layar ponsel.

Ia mengatakan, kegiatan belajar daring anaknya yang berada di bangku SD itu dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga selesai pukul 12.00 WIB. Meski jarang ada tatap muka dengan guru secara daring, anaknya tetap tak lepas dari menatap layar ponsel karena beragam tugas datang dari sana.

"Alhasil, harus sering ngecek HP. Anak saya yang umur 9 tahun ini memang pilih pakai HP daripada laptop. Materi, tugas, absensi semua dari HP. Kalau dia bosan, saya tak melarang untuk bermain game online," kata perempuan berusia 36 tahun itu.

Meski dibebaskan bermain game online, ia tetap menerapkan batasan supaya tidak terlalu lama menatap layar ponsel. Minimal, anaknya yang bernama Jorell Alvaro itu disuruh bermain hal lain tanpa menggunakan gadget.
Misalkan, biasanya Ika memberikan permainan Lego atau sekadar jalan-jalan keluar rumah sebentar saat siang hari. Hal itu tentu diterapkan Ika supaya anaknya tak melulu menatap layar ponsel. Kemudian, asupan nutrisi pun tak kalah pentingnya diperhatikan Ika agar anaknya tetap sehat, baik mata maupun tubuh secara keseluruhan.

"Jadi, yang buat anakku makin lama menatap layar itu karena game onlinenya. Dalam sehari, saya memang biasakan ke anak saya untuk beberapa jam saja tidak melihat layar. Biar matanya bisa istirahat. Lalu, hal penting lainnya adalah konsumsi vitamin, protein, dan serat-serat dari buah ataupun sayuran. Maka, tiap harinya anakku harus makan semua itu. Makan daging, vitamin, sayuran, dan buah-buahan," ujar warga asli Kabupaten Batang yang tinggal di Banyumanik, Semarang ini.

Sementara, upaya serupa dilakukan juga oleh ibu dua anak bernama Miftah Fauziah. Perempuan berusia 27 tahun ini membiasakan anak pertamanya yang menginjak SD kelas 3 untuk duduk setiap belajar daring.
Mau menatap layar untuk bermain game atau mempelajari materi baru, ia tidak memperkenankan anaknya untuk sambil tiduran. Maka dari itu, ia menyediakan kursi khusus bagi anaknya saat belajar daring. Kursi itu ia sediakan sedemikian rupa agar anaknya nyaman saat duduk sembari selonjoran.

"Biar anakku ga tiduran saat lihat layar ponselnya. Itu pun berlaku saat memakai laptop. Untuk cahaya pada layar ponsel maupun laptop yang dipakai anak pun saya atur. Pokoknya jangan terang-terang. Tingkat brightness-nya ya 40 persen saja biar ga pedih di matanya," kata Miftah, warga Semarang Timur, Kota Semarang ini.

Miftah beralasan, anaknya tak boleh melihat layar ponsel sambil tiduran lantaran khawatir memicu rusaknya retina pada mata. Sebab, menurutnya, saat tiduran, cahaya pada layar gadget bisa mempapar mata secara langsung ke bagian dalam.

"Yang saya tahu begitu. Lagi pula, main HP sambil tiduran juga bikin pusing kepala. Posisi layar HP di atas kepala yang sedang tidur kan memberi paparan langsung ke mata. Makannya, kerap kali saya demikian, mata saya jadi mudah berair. Nah, sebisa mungkin anak saya menghindari kebiasaan begitu. Eman, masih muda soalnya," ungkap Miftah.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved