Breaking News:

Pendidikan

UMK Kudus Tingkatkan Koneksi Internet untuk Kuliah Daring

UMK menggunakan sistem Sinau Temenanan (Sunan) untuk menjaga kualitas pendidikan mahasiswanya di tengah pandemi.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Universitas Muria Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) menggunakan sistem Sinau Temenanan (Sunan) untuk menjaga kualitas pendidikan mahasiswanya di tengah pandemi.

Ketua Tim Promosi UMK, Masruki Kabib mengatakan, sistem Sunan telah dikembangkan sejak tahun 2010 sebagai sarana e-learning mahasiswa. Namun, penggunaan sistem itu belum maksimal karena pembelajaran lebih banyak dilakukan secara tatap muka sebelum pandemi.

"Saat pandemi ini, anjurannya pendidikan dilaksanakan secara daring. Sehingga sekarang kami memaksimalkan sistem e-learning Sunan," ujar dia, saat ditemui di UMK, Senin (5/10).

Menurutnya, komposisi pembelajaran mahasiswa berubah pada saat di tengah pandemi ini. UMK menerapkan pembelajaran tatap muka hanya 30 persen, sedangkan sisanya pembelajaran secara daring sebesar 70 persen.
"Dosen menyiapkan pembelajaran dalam bentuk video, Powerpoint, animasi, dan lainnya untuk dipelajari mahasiswa. Lalu mahasiswa tinggal mengunduhnya," kata dia.

Tingginya penggunaan sistem Sunan ini membuatnya harus meningkatkan koneksi (bandwidht) internet menjadi 1.000 Mbps dengan cadangan 100 Mbps.
"Karena sekarang mayoritas pembelajarannya dari, maka‎ kami tingkatkan bandwidht untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pembelajaran secara daring.

Sedikitnya 885 komputer disiapkan untuk membantu mahasiswa yang ingin mengunduh tugas perkuliahan.
"Hampir 1.000 komputer ini kami siapkan untuk memfasilitasi mahasiswa yang kesulitan mengunduh tugas," ujar dia.

Dia berharap, selama pandemi berlangsung yang membuat mahasiswa itu menjalankan perkuliahan secara daring. Tidak membuat kualitasnya pendidikannya menurun, tetapi tetap sama dengan kualitas secara konvensional.
"Selama masa pandemi ini kami ingin kualitas pendidikan tetap meningkat," ujar dia.

Sementara itu, Inola Karisma, mahasiswi Fakultas Hukum 2018 itu sudah menggunakan sistem Sunan sejak awal masuk perkuliahan.

Namun penggunaannya tidak sesering selama masa pandemi saat ini yang mayoritas perkuliahannya dilakukan secara daring.
"Di sini saya bisa mengunduh tugas perkuliahan dan membantu kami dalam pembelajaran," ujar dia.

Rektor UMK Kudus, Suparnyo mengatakan, masa pandemi ini servernya ditambah untuk proses pembelajarannya.

"Server ditambah karena sekarang 70 persen pembelajaran dilakukan secara daring," ujar dia.

Menurutnya, beberapa metode perkuliahan secara daring menggunakan channel Youtube atau menggunakan sistem Sunan.

"Sistem ini sebenarnya sudah lama sejak 2010, tetapi penerapannya belum maksimal seperti sekarang ini," jelasnya. (raka f pujangga)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved