Breaking News:

Teror KKB Papua

KKB Papua Berondong Markas Kodim & Pos TNI, Satu Orang Jadi Korban Tembak, Ini Kronologinya

KKB Papua serbu markas Kodim di Kabupaten Intan Jaya dan Pos TNI di Nduga. Seorang warga sipil pegawai perusahaan swasta tertembak di pinggang

Editor: m nur huda
Kolase Facebook TPNPB dan TribunManado
Ilustrasi: Tersesat Saat Buru KKB Papua Kelly Kwalik, Prajurit Elite TNI Alami Hal Tak Masuk Akal 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua serbu markas Kodim di Kabupaten Intan Jaya dan Pos TNI di Nduga.

Dalam penyerbuan tersebut, seorang warga sipil pegawai perusahaan swasta tertembak di pinggang.

Berikut kronologi penyerbuan Markas Kodim dipaparkan oleh Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa, Selasa (6/10/2020).

Inilah Biodata Oknum Polisi AKBP AW yang Disebut Peras Pembuat Jamu Cilacap

Surat Terbuka Menaker Untuk Buruh: Bacalah Secara Utuh RUU Cipta Kerja Ini, Aspirasi Kami Akomodir

Diimingi Kuota Internet, Remaja 13 Tahun Dicekoki Miras Kemudian Dicabuli Duda Sekaligus Tetangga

Pembuat Jamu di Cilacap Diperas Oknum Polisi Berpangkat AKBP, Kini Ditangani Mabes Polri

Suriastawa mengungkapkan penembakan oleh KKB di dua lokasi berbeda di Papua dan dalam waktu berbeda juga.

Suriastawa mengatakan, setelah Senin (5/10/2020) kemarin sore KKB Papua menembaki Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya, pagi ini Selasa (6/10/2020) mereka kembali menembaki Pos TNI di Pasar Baru Kenyam Kabupaten Nduga.

Akibat aksi KKSB tersebut, seorang warga yang merupakan karyawan PT Dolarosa bernama Yulius Wetipo (34) tertembak di pinggang kiri tembus ke punggung kanan pada pukul 07.14 WIT.

"Personel TNI di pos Pasar Baru Kenyam tidak ada yang membalas tembakan sehingga dipastikan bahwa saudara Yulius terkena tembakan kelompok KKB yang diperkirakan kelompok Egianus Kogoya," kata Suriastawa dalam keterangannya pada Selasa (6/10/2020).

Meski Suriastawa mengungkapkan tidak ada korban dalam serangan KKB di Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya kemarin.

Namun menurutnya, kejadian itu menegaskan KKB tidak mempedulikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang baru dibentuk pemerintah.

"Kejadian ini menegaskan bagaimana KKSB yang tidak mempedulikan Tim Gabungan Pencari Fakta bentukan pemerintah yang sedang bekerja," kata Suriastawa.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved