Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

Petani Desa Blimbing Wuluh Pekalongan Maksimalkan Irigasi Saat Kemarau

Saat musim kemarau seperti sekarang ini, lahan sawah banyak yang terbengkelai karena tak ada air.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Saat musim kemarau seperti sekarang ini, lahan sawah banyak yang terbengkelai karena tak ada air.

Sawah sangat bergantung dengan aliran dari irigasi dan hujan, sehingga saat seperti sekarang tak bisa ditanami karena kering.

Selama menunggu masa tanam, para petani di Desa Blimbung Wuluh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah bergotong royong membuat saluran irigasi untuk mengalirkan air untuk persawahan di Desa Blimbing.

Mustofa petani Desa Blimbing Wuluh mengatakan, perbaikan saluran ini dilakukan agar air bisa mengairi sawah dengan baik dan hasil panen menjadi lebih bagus.

"Irigasi diperbaikai saat musim kemarau, agar tidak mengganggu masa tanam juga pengairan sawah," kata Mustofa kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/10/2020) siang.

Menurutnya, dalam musim kemarau ini sawah tidak bisa ditanami.

"Selama satu tahun area persawahan di Desa Blimbing Wuluh bisa panen sebanyak 2 kali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Blimbing Wuluh Riyanto mengatakan, biaya perbaikan saluran ini berasal gotong royong warga dan dibantu dana dari aspirasi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

"Total biaya perbaikan irigasi ini sebesar Rp 185 juta. Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra yang memberikan bantuan ini."

"Panjang saluran yang diperbaiki sekitar 283 meter, untuk 15 hektar lahan sawah di Desa Blimbing Wuluh," kata Riyanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved