Breaking News:

Opini: Pilkada dan Demokrasi Untung-Rugi

Demokrasi di Indonesia saat ini adalah demokrasi kapitalis. Demokrasi yang tidak pernah menyentuh aspirasi kepentingan rakyat Indonesia.

Editor: Vito
Grafis/Bram Kusuma
Syahrul Kirom, M.Phil, Peneliti dan AliansiKebangsaan 

Oleh: Syahrul Kirom, M.Phil
Peneliti dan AliansiKebangsaan

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020, hampir di setiap sepanjang jalan terpampang foto-foto calon kepala daerah. Berbagai manuver politik dilakukan petinggi partai dan calon kepala daerah untuk mendulang kesuksesan dalam Pilkada 2020.

Mestinya, kesuksesan kekuasaan harus diraih dengan cara yang halal dan sesuai dengan nilai nilai demokrasi Pancasila. Ironisnya, demokrasi di Indonesia saat ini adalah demokrasi kapitalis. Demokrasi yang tidak pernah menyentuh aspirasi kepentingan rakyat Indonesia.

Seharusnya, demokrasi kita adalah oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk kepentingan partai politik. Demokrasi macam apa ini? Demokrasi di Indonesia penuh dengan kemunafikan, kebohongan, dan pembusukan yang terstruktur.

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'demos' berarti rakyat, dan 'kratos/kratein' yang berarti kekuasaan. Konsep dasar demokrasi berarti 'rakyat berkuasa' (goverment of rule by the people). Demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Demokrasi hanya untuk jual-beli suara, demokrasi yang sangat tidak demokratis. Karena proses pemilihan calon kepala daerah 2020 ditentukan oleh sebesar berapa mahar yang harus diberikan kepada pucuk pimpinan partai.

Atas nama rakyat, rakyat hanya dijadikan alat dalam memperoleh kekuasaan dan kekayaan oleh segelintir kelompok orang.

Demokrasi sudah seharusnya mencerminkan kepentingan rakyat. Segala macam pemerintahan haruslah berdasarkan kehendak rakyat. Pemerintahan adalah dari rakyat (goverment of the people), pemerintahan oleh rakyat (goverment by people), dan pemerintahan untuk rakyat (goverment for people).

Calon kepala daerah 2020 harus dapat memahami betul apa itu demokrasi, demokrasi jangan hanya dinilai dari uang. Substansi demokrasi mulai kering dalam pelaksanaan yang harus dilakukan oleh calon-calon kepala daerah seluruh Indonesia yang ikut dalam konstelasi Pilkada 2020. Demokrasi di Indonesia hanyalah demokrasi untung-rugi.

Calon kepala daerah 2020 saat ini dihuni figur-figur politikus yang kurang berbakat, dan ternyata kemampuannya sungguh terbatas, sehingga orang ragu apakah mereka mampu menyelesaikan soal-soal masyarakat yang demikian gawat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved