Breaking News:

Empat SMP Negeri di Rembang Dinilai Penuhi Syarat Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Rembang telah meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di empat SMP Negeri.

Istimewa
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Sale, Jumat (9/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang telah meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di empat SMP Negeri.

Keempat SMPN tersebut ialah SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Sale, SMPN 1 Pamotan, dan SMPN 1 Sumber.

Semuanya dinilai telah memenuhi syarat serta standar protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur usai meninjau simulasi di SMPN 1 Sale, Jumat (9/10/2020).

Ia mengatakan, sekolah-sekolah yang ia tinjau telah memenuhi protokol kesehatan.

Beberapa indikator protokol kesehatan di antaranya pengukuran suhu tubuh sebelum masuk sekolah, penyediaan fasilitas cuci tangan dan penyanitasi tangan, pengaturan tempat duduk dengan jarak satu meter, serta pembatasan jam belajar.

"Kemudian wali murid juga sudah tanda tangan di atas materai bahwa mereka mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka," kata dia.

Ketika melakukan peninjauan, Imam memberi masukan kepada pihak SMPN 1 Sale untuk selalu melakukan penyemprotan disinfektan usai kelas digunakan.

Sebab, meja dan kursi yang ada dalam kelas tidak digunakan satu siswa saja, melainkan digunakan bergantian sesuai jadwal yang diatur.

Sementara, Kepala SMPN 1 Sale Anwar Sanusi mengatakan, pembelajaran tatap muka diatur dengan jadwal khusus.

Hari Senin dan Selasa, pembelajaran diperuntukkan bagi kelas VII. Adapun Rabu dan Kamis Kelas VIII, sementara Jumat dan Sabtu untuk kelas IX.

"Dalam pembelajaran, siswa masing-masing kelas dibagi ke dua ruangan, misalnya kelas VII A1 dan VII A2, VII B1 dan VII B2, begitu seterusnya. Jadi kalau misalnya dalam kondisi normal ada 5 ruang kelas, dalam pembelajaran tatap muka selama pandemi ini jadi 10 ruang kelas," papar dia.

Anwar menambahkan, jumlah siswa di setiap ruang kelas selama pandemi ini berkisar antara 14 sampai 15 siswa. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved