Breaking News:

Guna Meningkatkan Investor di Jateng, Ratna: Kami Akan Berikan Keringanan Harga Sewa Lahan

Kepala DPMPTSP Jateng menuturkan akan menyediakan sebesar dan seluas mungkin lahan-lahan bagi investos asing.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guna meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri menuturkan akan menyediakan sebesar dan seluas mungkin lahan-lahan yang diperuntukkan bagi investor asing. 

“Selain menyediakan lahan, kami juga berusaha untuk memberikan keringanan terkait harga sewa lahan yang akan digunakan oleh para investor, yang saat ini tengah dibahas oleh para pengelola kawasan industri. Harapannya dengan adanya keringanan dapat menjadi daya tarik bagi para investor,” ujar Ratna kepada Tribun Jateng, Jumat, (9/10/2020). 

Permasalahan lahan ini menjadi fokus untuk menarik investor ke Indonesia, sebab dikatakan Ratna berkaca dari permasalahan di tahun 2019 lalu, para investor asing cenderung lebih memilih untuk berinvestasi ke negara Vietnam, Kamboja, ataupun Thailand, ketimbang ke Indonesia. 

“Dari permasalahan tersebut kami pun mencari penyebabnya, dan setelah ditelusuri yang menjadi keunggulan dari lokasi investasi di negara-negara lain itu karena harga lahannya yang lebih murah,” terangnya. 

Untuk di Jateng, Ratna menuturkan beberapa kawasan industri yang dipersiapkan bagi investor diantaranya seperti kawasan industri di Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang dan Cilacap. 

“Tidak kalah penting yang kami lakukan ialah juga menjaga kinerja dari para investor yang sudah beroperasi dan berproduksi di Jawa Tengah, kami selalu pantau dan juga dampingi. 
Jangan sampai mereka mengalami kendala sehingga mengurangi kinerja mereka,” tuturnya. 

Sementara itu Direktur Operasional PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur menuturkan terkait keringanan sewa lahan untuk para investor tersebut sedang dirampungkan bersama dengan konsultan, yang nantinya akan dimintakan persetujuan ke pemerintah. 

“Usulannya akan kami share setelah sudah ada persetujuan dari pemerintah. Intinya kawasan industri kami akan sangat kompetitif di mata investor,” kata Fauzie. 

Menurutnya, Jawa Tengah secara umum masih menjadi lokasi pilihan favorit bagi investor dengan berbagai pertimbangan diantaranya iklim berusaha yang kondusif, UMR yang kompetitif, serta akses transportasi yang strategis seperti adanya infrastruktur jalan tol trans Jawa, pelabuhan, bandara, dan lain sebagainya. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved