Breaking News:

Berita Regional

Ribuan Warga NU Geram Tak Terima Ulama KH Taufik Hasyim Dituding Simpatisan PKI Oleh Pemilik Akun FB

Kasus penghinaan ulama Pamekasan yang muncul di akun Facebook (FB), mendorong kedatangan ribuan warga Nadhlatul Ulama (NU) Pamekasan

Editor: galih permadi
surya/muchsin
Ribuan warga NU Pamekasan duduk lesehan di jalan raya saat unjuk rasa di depan Polres Pamekasan, Jumat (9/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PAMEKASAN – Kasus penghinaan ulama Pamekasan yang muncul di akun Facebook (FB), mendorong kedatangan ribuan warga Nadhlatul Ulama (NU) Pamekasan, Jumat (9/10/2020), untuk mendesak polisi segera mengungkapnya.

Kemarahan warga Nahdliyin Pamekasan itu tercermin dari orasi salah satu korlap aksi, karena menilai marwah ulama sudah dilecehkan.

Kapolres Pamekasan, AKBP AKBP Apip Ginanjar pun menemui ribuan massa yang lesehan di jalan di depan polres.

Remaja Ini Sebar Video Tanpa Busana Mantan Pacar Masih SMP, Tak Terima Diputus

Risma Ngamuk ke Pendemo UU Cipta Kerja Asal Madiun: Kenapa Kamu Rusak Kotaku?!

Saat Sekarat Ayu yang Jenazahnya Ditemukan Termutilasi Masih Kenali Pembunuhnya: Abang Kok Tega

Pria Ini Bikin Laporan Palsu Jadi Korban Begal Demi Rp 2,5 Juta, Berawal Diminta Bos Beli Gas LPG

Suara kapolres sampai bergetar saat menyampaikan bahwa penyidik sudah bekerjasama dengan Polda Jatim untuk mengungkap pelaku cyber crime tersebut.

Adapun tuntutan massa adalah agar polisi mengungkap sekaligus menangkap pemilik akun FB Muhammad Izzul.

Dalam akunnya, Izzul telah melecehkan ulama, karena menyebut Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim sebagai simpatisan PKI dengan memasang foto KH Taufik Hasyim bersama pengurus dan tokoh NU lainnya.

Kapolres mengaku pihaknya tidak ingin diadudomba. Ia menginginkan Pamekasan kondusif, aman sejahtera dan damai.

“Kami bisa merasakan apa yang dirasakan sahabat-sahabat NU.

Kami juga merasakan sakitnya yang dirasakan sahabat-sahabat NU,” kata kapolres.

Namun karena cyber cryme ini memiliki tingkat kesulitan tinggi, apalagi di media sosial ada beberapa tipe akun. Untuk menangani kasus yang memakai akun palsu ini, penyidik berhati-hati sehingga pihaknya minta bantuan Polda Jatim.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved