Breaking News:

Berita Kabupaten Pekalongan

Bagi Uang ke Pendemo, di Masa Lalu Pasangan Anggota DPRD Pekalongan Ini Sempat Viral Ingat Kisahnya?

Aksi massa yang merupakan korban PHK tersebut mendadak berhenti beberapa menit

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Candra Saputra dan istrinya Shinanta Previta Anggraeni diarak menuju ke gedung DPRD Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti pelantikan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan. 

Pasangan suami istri anggota DPRD Pekalongan ini namanya sudah sering jadi buah bibir.

Dulu sang suami sempat menghiasi pemberitaan media karena kisah sedihnya

Sekarang mereka datang lagi dengan kondisi yang jauh berbeda, bahkan sampai bagi-bagi uang
 
 
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pasangan suami-istri yang juga anggota DPRD Pekalongan bikin heboh lagi.

Kali ini mereka membagi-bagikan uang kepada para pekerja yang melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/10/2020).

Saat itu sebanyak 257 karyawan dari PT  Pajitex yang berada di Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendatangi gedung DPRD untuk mengadukan nasibnya.

Hal tersebut lantaran, PT Pajitex telah merumahkan sebanyak 257 karyawannya.

Jurus Masak di Jepara ini Positif Covid, Harusnya Isolasi Mandiri Malah Piknik Sama Warga Kampung

Baru Diungkap, Perjuangan Raffi Ahmad Sebulan Penuh saat Pedekate, Nagita Slavina Sampai Tak Percaya

Viral Video Mesum Mahasiswi Saat Kuliah Online, Ini Pengakuan Korban Sampai Minta Bantuan Kampus

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Sabtu 10 Oktober 2020, Taurus Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Mereka mengadukan nasib kepada wakil rakyat dan meminta agar perusahaan tidak melakukan PHK, antaran kondisi sedang sulit ditengah pandemi Covid-19.

Dalam menyampaikan aspirasi di depan pintu gerbang gedung DPRD, semua berjalan dengan lancar dan bahkan semua peserta aksi yang berorasi melantunkan shalawat di depan gedung DPRD.

Perwakilan aksi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) tersebut, akhirnya diterima langsung oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan.

Komisi IV pun langsung mempertemukan perwakilan perusahaan dan Dinas terkait.

Saat beberapa perwakilan menemui anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan, ratusan orang masih melakukan orasi di depan kantor.

Aksi massa yang merupakan korban PHK tersebut mendadak berhenti beberapa menit.

Lantaran, dua anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Candra Saputra dan Shinanta Previta bagi- bagi uang di tengah demo ratusan buruh.

Wakil rakyat dari fraksi partai PAN yang juga suami istri tersebut membaur dengan massa lalu memberikan uang nominal Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu per orang kepada seluruh peserta aksi.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra membagikan amplop berisi uang kepada buruh PT Pajitex yang menggelar demo di depan gedung DPRD Kabupaten Pekalongan.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra membagikan amplop berisi uang kepada buruh PT Pajitex yang menggelar demo di depan gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra mengatakan, tujuan membagikan uang bukan untuk pamer, namun sebagai wakil rakyat merasa tersentuh dengan nasib para buruh PT Pajitex yang sudah tidak bekerja.

"Saya membagikan amplop berisi uang kepada para buruh ini sebagai bentuk keprihatinan, karena nasib buruh yang kini harus menganggur karena di PHK perusahaannya."

"Padahal saat ini, masih ada pandemi Covid-19 dan untuk mencari kembali pekerjaan sangat sulit," kata Candra kepada Tribunjateng.com.

Selain itu juga, pihaknya merasa tergugah lantaran mayoritas yang di PHK adalah ibu-ibu tulang punggung keluarga.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar meski sejumlah karyawan yang mayoritas adalah ibu-ibu harus kepanasan ditengah terik matahari," imbuhnya.

Candra berharap, para karyawan yang sudah di PHK untuk tetap kuat dan bersabar.

"Kami berpesan kepada mereka untuk tetap tabah, sabar dalam menghadapi cobaan dan tak lupa untuk hati-hati saat perjalanan menuju ke rumah masing masing," tandasnya.

Sementara itu salah seorang karyawan PT.Pajitex yang di PHK, Isa Hanafi mengatakan, ia sangat berterimakasih kepada Candra Saputra lantaran telah meringankan beban para karyawan yang telah di PHK.

"Terimakasih sekali, salam hormat kami kepada pak Candra dan keluarga. Semoga sehat selalu dan panjang umur, diberi rezeki yang berlimpah dan bermanfaat," katanya.

Sedangkan perwakilan PT Pajitex, Susilo menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat perusahaannya semakin sulit.

''Hasil ini nanti kami sampaikan ke pimpinan yang ada di Surabaya dan sepertinya keputusan melakukan PHK sulit dihindari untuk mempertahankan kondisi perusahaan yang ada. Sebab masih ada banyak karyawan yang harus kita pekerjakan,'' katanya.

Setelah semua perwakilan menyampaikan pendapatnya, Kholis Jazuli Ketua Komisi IV kemudian mengambil keputusan, bahwa perusahaan sarung yang berada di Desa Watussalam tidak sedang dalam kondisi merugi.

Sebab, mereka masih bisa membangun sebuah gedung atau lainnya untuk kepentingan perusahaan. Kemudian Komisi IV merekomendasikan kepada PT Pajitex agar tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

"Kami juga merekomendasikan kepada DPMTSP Naker dan pengawasnya menindaklanjuti permasalahan ini sampai selesai,'' tegasnya.

Terpisah, Kepala DPMTSP Naker Kabupaten Pekalongan, Edy Haryanto membenarkan apabila PT Pajitex kini masih dalam proses membangun salah satu gedung.

Sebab pihaknya juga telah dimintai izin dalam rangka pembangunan tersebut.

"Untuk itu, terkait PHK yang dilakukan perusahaan tersebut terhadap 257 karyawannya yang berada di bagian shuttle supaya ditinjau kembali," katanya.

Candra Saputra dan istri Shinanta Previta Anggraeni
Candra Saputra dan istri Shinanta Previta Anggraeni (Kompas.com/Ari Himawan)

Sosok Candra Saputra dan Shinanta Previta

Nama Candra Saputra (31), warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pernah menjadi buah bibir masyarakat pada tahun 2014 silam.

Saat itu ia gagal dalam pemilihan calon legislatif (caleg) Dapil 4 Kabupaten Pekalongan dari Partai Demokrat.

Bahkan ia berniat menjual ginjalnya karena terlilit utang hingga Rp 400 juta lebih untuk modal kampanye.

Ia pun harus pergi ke Jakarta, dan tidur bersama puluhan tunawisma di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menjual ginjalnya kepada seseorang.

Selama 10 hari berada di Jakarta, ia tak kunjung menemukan orang yang ingin membeli ginjalnya untuk melunasi utangnya sebesar Rp 400 juta lebih, yang dipergunkannya untuk biaya kampanye Pemilihan Caleg 2014 Dapil Pekalongan.

Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk menemui menteri BUMN pada waktu itu Dahlan Iskan, yang menurutnya baik dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Utangnya pun lunas ketika Dahlan Iskan membantu keuangannya.

Rabu (14/8/2019), Candra Saputra dan istrinya, Shinanta Previta Anggraeni (27) akan dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Pasangan suami istri ini lolos pada kontestasi Pileg 2019.

Uniknya sebelum acara pelantikan nanti, Candra dan istrinya akan diarak ribuan warga dan menggelar pasar rakyat.

"Rencana saya bersama istri akan diantar oleh 2.000 warga menuju gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Warga sengaja mengantar sekaligus menyaksikan prosesi pengambilan sumpah janji pada rapat paripurna Rabu (14/8/2019) meskipun warga menyaksikan pelantikan di Gedung Pertemuan Umum," kata Candra Saputra saat itu.

Warga rencananya mengantar Candra dan istrinya ke gedung DPRD Kabupaten Pekalongan dengan berjalan kaki diiringi rebana.

Sedangkan pesta rakyat kali ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur karena ia mendapat perolehan suara terbanyak se-Kabupaten Pekalongan dan sekaligus istrinya juga terpilih mewakil masyarakat di kursi parlemen nanti.

"Ini semua inisiatif masyarakat untuk memeriahkan prosesi pelantikan. Untuk itu, kami berharap setelah dilantik mohon petunjuk dan bimbingan dari masyarakat Kabupaten Pekalongan, sehingga apa yang kami lakukan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," imbuh Candra Saputra.

Menurut Candra, pesta rakyat nanti akan diisi dengan pemberian makanan gratis bagi masyarakat dan pendukungnya.

"Insya Allah saya akan menjaga kepercayaan masyarakat, sehingga niatan ibadah terpenuhi. Cukup 2014 saja saya merasakan pengalaman pahit hingga akan jual ginjal. Alhamdulillah atas kehendak Allah SWT tidak jadi menjual ginjal dan sekarang berhasil menduduki anggota DPRD," tambah dia.

Candra mengatakan, ia dan istrinya berniat ibadah dan sepenuhnya akan mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Bagi-bagi Uang di Tengah Demo Ratusan Korban PHK, Penulis: Indra Dwi Purnomo. Juga telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Candra, Caleg Terpilih yang Dulu Hendak Jual Ginjal dan Jadi Gelandangan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved