Berita Nasional

Dahlan Iskan Kritisi Penamaan UU Cipta Kerja, Menurutnya Kalau Jujur Nama Ini yang Lebih Tepat

"Dikira dengan judul itu tenaga kerja akan manggung-manggut dan berdecak kagum," imbuhnya

Editor: muslimah
Kolase Instagram @dahlaniskan19/YouTube Sekretariat Presiden
Kolase Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dahlan Iskan Kritisi Penamaan UU Cipta Kerja, Menurutnya Kalau Jujur Nama Ini yang Lebih Tepat

TRIBUNJATENG.COM - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan memberikan sindiran halus kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip TribunWow.com dari laman Disway.id, Sabtu (10/10/2020), Dahlan Iskan mengatakan bahwa kekuatan politik pemerintahan Jokowi lebih kuat dibandingkan era presiden sebelum-sebelumnya, termasuk pada kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode.

Bahkan menurutnya, kekuatan politik pemerintahan saat ini paling kuat selama 22 tahun terakhir.

K
Presiden RI Joko Widodo memberikan Keterangan Pers Presiden RI Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Banggakan Jokowi soal UU Cipta Kerja, Luhut Pandjaitan: Lebih Baik Dari Penguasa-penguasa Lalu

"Dari segi politik, inilah pemerintahan paling kuat selama 22 tahun terakhir," ujar Dahlan Iskan.

Dijelaskan Dahlan Iskan, mulai dari Presiden BJ Habibie, tidak ada yang bisa menandangi kekuatan politik pemerintahan Jokowi dengan dukungan Partai PDI Perjuangan (PDIP).

Resep Telur Asin Pedas Bawang yang Mudah dan Praktis Membuatnya

Chelsea Islan Awalnya Kaget Banyak Anak Muda Terdiagnosa Kanker Payudara, Akhirnya Tahu Alasannya

Emak-emak Bawa Bebek Lewat Saat Suasana Demo Memanas, Demonstran Minggir, Polisi Buka Barikade

Alissa Wahid Heran dengan Sikap Jokowi Soal UU Cipta Kerja, Ajukan 1 Pertanyaan Penting

Menurutnya keunggulan dari BJ Habibie hanya pada kapasitasnya dengan bukti yang paling terlihat adalah mampu menguatkan nilai rupiah dari Rp 17 ribu per dolar menjadi Rp 8 ribu per dolar.

Namun dikatakannya BJ Habibie tidak mempunyai kekuatan politik yang kuat.

Hal itulah yang dinilai membuat BJ Habibie tidak bisa bertahan lama menjabat sebagai presiden.

"Memang BJ Habibie bisa menguatkan rupiah dari Rp 17 ribu per dolar menjadi Rp 8 ribu per dolar hanya dalam waktu kurang dari dua tahun," ungkap Dahlan Iskan.

"Tapi pemerintahannya hanya seumur jagung. Secara kapasitas begitu kuat Habibie, tapi secara politik begitu rapuh," imbuhnya.

Sementara itu untuk presiden selanjutnya, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur maupun Megawati Soekarnoputri, Dahlan Iskan tidak menampik basis dukungan yang dimiliki.

"Gus Dur dan Megawati begitu kuat dari segi basis pendukung. Megawati begitu kuat bersandar pada proklamator legendaris yang juga ayah biologi-ideologis. Gus Dur begitu kuat basis kulturnya," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved