Breaking News:

Berita Kudus

Parijoto Diklaim Varietas Lokal Jepara, Pe‎laku Usaha Kudus Kecewa

Penetapan tanaman parijoto sebagai varietas lokal Kabupaten Jepara membuat pelaku usaha parijoto di Kudus kecewa.

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
Istimewa
Produksi Parijoto dari Seleksi Alam Muria menjadi beragam jenis olahan di antaranya sirup, teh, dan lainnya. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penetapan tanaman parijoto sebagai varietas lokal Kabupaten Jepara membuat pelaku usaha parijoto di Kudus kecewa.

Satu di antaranya CEO Seleksi Alam Muria, Triyanto R Soetardjo, yang sudah mengeksplorasi tanaman parijoto sejak 2015 yang lalu.

Hingga kemudian pada 2017 memproduksi parijoto menjadi beragam jenis olahan di antaranya sirup, teh, dan lainnya.

Dengar Perdebatan Sopir Truk Pantura Soal UU Cipta Kerja: Masa Sampai 10 Cucu Masih Kontrak

Mobil Rusak Akibat Digempur Massa Demonstrasi, Bisakah Klaim Asuransi? Ini Aturannya

Usai Berunding 11 Jam, Azerbaijan-Armenia Sepakat Hentikan Perang, Segera Bertukar Jenazah & Tahanan

PSBB Jakarta Akan Berakhir Besok, Bagaimana Hasilnya? Penyebaran Virus Masih Tinggi

"Perasaan saya kaget, sedih dan kecewa.‎ Kami sebagai produsen dan petani parijoto mungkin sama perasaannya," ujar Founder Alammu, Sabtu (10/10/2020).

Dia menilai, parijoto memiliki keterikatan sejarah sebagai tanaman khas yang ada di Kabupaten Kudus.

Dalam sebuah kisah diceritakan, istri Sunan Muria hamil setelah mengonsumsi parijoto dan dipercaya masyarakat sekitar hingga saat ini.

Makanya, dia heran jika ‎parijoto tersebut justru diklaim merupakan varietas lokal dari Bumi Kartini tersebut.

"Kok bisa ya, kalau mau protes ke Jepara juga ngapain karena mereka juga nggak salah. Pemerintah saja yang lamban membaca potensi," ujar pemilik akun instagram alammu.official.

Apalagi, kata dia, selama ini pasokan bahan bakunya diperoleh dari lokal kudus di Desa Colo, Japan dan Rahtawu.

Adapun luasan lahan tanaman parijoto yang ada di Kudus dari tiga desa tersebut kurang lebih 5-6 hektare.

Beberapa petak lahan ada yang penuh dengan tanaman parijoto dan ada juga yang berdampingan dengan pohon kopi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved