Breaking News:

Berita Regional

Pernyataan Presiden Jokowi Soal Demo UU Cipta Kerja Gara-gara Berita Hoaks Dianggap Menyesatkan

Setelah UU Cipta Kerja disahkan, Presiden Jokowi baru muncul memberikan pernyataan.

Editor: galih permadi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Massa berusaha mundur saat polisi menembakan gas air mata dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). Para demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI. Dalam aksinya, mereka sempat berusaha masuk Gedung DPRD Jabar dengan mendobrak pintu gerbang namun usahanya gagal. 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah UU Cipta Kerja disahkan, Presiden Jokowi baru muncul memberikan pernyataan.

Dalam pernyataannya, Presiden RI itu membeberkan tujuan UU Cipta Kerja diperlukan.

Namun yang menjadi sorotan, Jokowi menilai demo yang dilakukan buruh hingga mahasiswa itu karena dilatarbelakangi adanya disinformasi dan hoaks.

Santer pernyataan itu sudah tersiar ke telinga masyarakat membuat beberapa pihak angkat bicara dan memberikan kritikan terhadap penyataan Presiden RI tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Tribunjabar.id menghimpun sedikitnya ada 4 poin yang digugat dan dikritisi dari pernyataan Presiden Jokowi soal disinformasi dan hoaks tentang UU Cipta Kerja

1. Bantahan Disinformasi

Dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) misalnya.

Presiden KSPI, Said Iqbal membantah pernyataan Presiden Jokowi bahwa aksi demo menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan buruh didasari oleh disinformasi dan hoaks.

Dikutip dari Kompas.com, Said Iqbal menegaskan protes diajukan buruh berdasarkan resmi UU Cipta Kerja yang didapat dari Baleg DPR dan pemerintah.

"Kami buruh tidak ada disinformasi," kata Said Iqbal, Sabtu (10/10/2020), dikutip dari Kompas.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved