Breaking News:

Berita Semarang

Ratusan Warga Kampung Trangkil Baru Gunungpati Semarang Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

Ratusan warga di 95 kepala keluarga (KK) Kampung Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, merasa cemas dan terancam digusur.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Warga Kampung Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang, menunjukkan salinan putusan hakim PN Semarang terkait gugatan lahan yang mereka tempati. 

Padahal, proses pembuatan sertifikat telah sampai tahap akhir.

Namun sertifikat tak dapat diterbitkan karena adanya sengketa tersebut.

Kendati demikian, warga akan terus memperjuangkan haknya.

Saat ini, warga mengajukan upaya banding atas putusan hakim PN Semarang ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah.

"Kami merasa dirugikan atas putusan PN Semarang karena kami merasa punya hak. Kami warga di sini (Kampung Trangkil Baru--red) membeli secara sah kepada PKPRI melalui pemasaran," jelasnya.

Upaya banding diajukan karena warga merasa putusan hakim PN Semarang tak sesuai fakta.

Berdasarkan bukti yang ada, diketahui lamanya hak penguasaan lahan milik PKPRI oleh pengembang yaitu 20 tahun dan berakhir Januari 2003 silam.

"Kami merasa ada yang aneh dengan putusan hakim PN Semarang yang memenangkan pihak Terlawan I.

Padahal dari PKPRI dan Terlawan II (Edris Ma'roef), jelas menyatakan jika Terlawan I sudah wanprestasi," jelas penasehat hukum warga, Yoga Bogik.

Dalam memori bandingnya, disebutkan bahwa hakum PN Semarang telah salah dan keliru dalam mempertimbangkan penilaian pembuktian terhadap bukti-bukti dan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved