Breaking News:

Berita Kudus

2 Pekerja Meninggal Dunia Tertimbun Tanah Longsor‎ di Desa Soco Kudus

Dua war‎ga bernama Najib (22) dan Iyan (23) yang tertimbun tanah longsor berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.30, di Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupa

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus,‎ Senin (12/10/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua war‎ga bernama Najib (22) dan Iyan (23) yang tertimbun tanah longsor berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.30, di Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (12/10/2020).

Menurut warga Desa Soco, ‎Ainun Naim, dua orang tersebut merupakan pekerja yang tengah membangun rumah di Desa Soco RT 3 RW 1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Mereka bekerja bersama empat orang lainnya untuk meratakan tanah yang ada di pinggir tebing setinggi sepuluh meter.

Baca juga: Timnas U19 Indonesia Kalahkan Macedonia, Jack Brown Bayar Lunas Kepercayaan Shin Tae-yong

Baca juga: Cerita Ervan Remaja Sragen Terpisah 11 Tahun dengan Keluarga Saat di Jakarta, Akhirnya Bertemu Ayah

Baca juga: Ratusan Warga Kampung Trangkil Baru Gunungpati Semarang Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Ada Fenomena La Nina

Sekitar pukul 10.15, tebing yang ada di sebelahnya longsor dan menimpa dua pekerja yang ada di sana.

"‎Dua orang korban ditemukan tewas ini langsung di bawa ke rumahnya setelah dievakuasi," jelas dia. ‎

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus,‎ jumlah kasus longsor mengalami peningkatan.

Jumlah kasus longsor ‎sepanjang 2019 sebanyak sembilan kasus, sedangkan per Agustus 2020 jumlah kasus sudah mencapai 25 kasus.

Kebanyakan kasus longsor yang terjadi berada di Kecamatan Gebog dan Dawe karena lokasinya berada di ketinggian dan tekstur tanah yang gembur.

"Tekstur tanah di sana gembur, sehingga air yang mengalir berada di bawah permukaan tanah ‎jadi bisa menyebabkan longsor," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Wiyoto Willy‎.

Wiyoto menyampaikan, musim penghujan membuat bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang mengalami peningkatan.

Pihaknya juga sudah menyurati sejumlah desa untuk mengantisipasi terjadinya bencana di tengah musim penghujan.

"Karena informasinya dari BMKG sekarang‎ ada angin La Nina yang berpotensi membuah curah hujan tinggi," ujar dia. (raf)

Baca juga: Kartika Putri Diomeli Guru gara-gara Iseng, Ngadu ke Suami Malah Tambah Kena Harah: Kamu Salah!

Baca juga: Kapolres Wonogiri Siagakan Pasukan lengkap dengan Peralatan untuk Antisipasi Unras Omnibus Law

Baca juga: Klaim Milliki Kecocokan, Laskar Doreng Dukung Ngebas di Pilbup Semarang 2020

Baca juga: Bukan Langsung Tes, Ini Hal Pertama yang Harus Dilakukan Jika Merasa Terinfeksi Covid-19

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved