Breaking News:

Berita Semarang

Sarasehan Kebangsaan: Hendi Ingatkan Bahayanya Politik Adu Domba Zaman Penjajahan

Pengalaman pahit politik adu domba yang dilakukan penjajah baik Belanda hingga Jepang harus diwaspadai dan dihindari.

catur wisanggeni
Sarasehan kebangsaan Ngaliyan 

TRIBUNJATENG.COM, NGALIYAN – Pengalaman pahit politik adu domba yang dilakukan penjajah baik Belanda hingga Jepang harus diwaspadai dan dihindari.

"Karena sejarah membuktikan politik devide at impera yang dilakukan VOC telah memporak porandakan Nusantara," ujar Hendrar Prihadi calon Wali Kota Semarang saat membuka Sarasehan Kebangsaan dengan mengambil tema Membangun Semangat Nasionalisme sebagai Anak Bangsa di Balai RW RW 3 Jalan Panembahan Senopati Ngaliyan Semarang, Sabtu (3/10/2020) lalu.

Dalam sambutannya secara virtual Hendi kembali mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya bangsa dan pentingnya menjaga kerukunan agar tidak terjadi konflik SARA.

“Bangsa kita dibangun oleh seluruh golongan, suku, dan agama. Jadi jangan merasa golongan kita adalah yang paling berkontribusi. Jangan sampai ada perasaan sombong yang menyebabkan perpecahan,” pesannya.

Dalam sarasehan ini mengundang narasumber Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tenga, KH Taslim Sahlan dan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi DR Ahmad Fadil h Sumadi Mhum

Taslim Sahlan mengingatkan pentingnya kerukunan umat beragama untuk membangun Negeri tercinta ini seperti yang dicita-citakan Founding Father Indonesia.

"Kini waktunya membangun perbedaan yang seharusnya telah selalsai pada tahun 1945 lalu," ujarnya.

Sementara DR Fadil mengingat adanya keterbatasan virtual bicara nasionalisme di generasi muda, bila dikatakan ada anak muda rasa nasionalisme hilang itu tidak benar karena begitu dia brojol itu sudah memiliki jiwa nasionalis, bila ada mungkin karena adanya gangguan ideologi.

"Maka jiwa nasionalis dan kebangsaan kita harus selalu dipelihara secara bersama-sama," ujarnya.

Sebelumnya Hendi juga menyampaikan pesan kepada peserta sarasehan agar terus berhati-hati dengan penularan covid-19 yang semakin meluas.

“Kabarnya Kota kita tercinta (Semarang) sudah memasuki fase zona oranye, itu artinya ada kemajuan dalam penanganan covid-19 yang dilakukan bersama-sama warga.

Namun saya minta warga harus tetap hati-hati dan selalu terapkan 3 M, yakni memakai masker, sering-sering cuci tangan dna jaga jarak,” kata Hendi.

Di akhir sambutan, Hendi mengajak warga berperan aktif dalam pencegahan penularan covid-19 dan jangan lupa menggunakan hak pilih saat pilkada nanti. 

Sebelumnya ketua panitia yang juga Ketua RW 3 Karonsih Ngaliyan Semarang, H Iryanto Ruyadi mengatakan kegiatan ini telah diikuti 30 warga dari berbagai elemen masyarakat di wilayah tersebut.

Tampak hadir camat Ngaliyan Agus Priharwanto SSos MM, Lurah Ngaliyan Nurkholis Skom MM, Kapolsek dan Koramil Ngaliyan dan tamu undangan (*)

Sarasehan kebangsaan RW 3 Ngaliyan
Sarasehan kebangsaan RW 3 Ngaliyan (catur wisanggeni)
Penulis: Catur waskito Edy
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved