Breaking News:

DPRD Jateng

Perlu Tambah Pendidikan Karakter Siswa di Sekolah

Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng perlu melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah keterlibatan siswa dalam unjuk rasa

ist
TEMUI PENDEMO - Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto (kanan) bersama Gubernur Ganjar Pranowo saat menemui massa pendemo di depan Gedung DPR, Senin (12/10). (ist) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, mengapresiasi aparat keamanan yang telah bekerja maksimal sehingga aksi buruh di depan Gedung DPRD Jateng berjalan tertib, Senin (12/10/2020).

Demonstrasi kali ini, disebut jauh lebih tertib dibandingkan sebelumnya.

"Hari ini jauh lebih tertib. Saya pikir pelajaran aksi ricuh kemarin membuat kepolisian berusaha memfilter semua, terkait antisipasi anak-anak atau pelajar ikut demo yang berujung ricuh," kata Yudi.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng ini menyesalkan ikut sertanya siswa SMK/SMA dalam aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law yang terjadi beberapa waktu lalu.

Alasannya, para pelajar bolos pembelajaran daring dan demo berujung ricuh.

Terkait hal tersebut, Yudi menyatakan harus dilakukan evaluasi pada sistem pendidikan, pengawasan dari pihak sekolah, dan keterlibatan orang tua siswa dalam pendidikan anak selama Covid 19.

"Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng perlu melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah keterlibatan siswa," ucapnya.

Menurutnya, harus ada kesadaran bersama aksi anarkisme di tingkat pelajar sangat nyata.

Sebagai solusi maka pihaknya mendorong gerakan pencegahan anarkisme di tingkat sekolah.

Tindakan anarkis itu tak lepas dari masih rendahnya pemahaman pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved