Breaking News:

Kasus Pembunuhan Tukang Becak, LBH Semarangh Berikan Pendampingan Hukum Gratis pada Terdakwa

YHH dan NL kembali menjalani sidang secara virtual atas kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Kasus Pembunuhan Tukang Becak, LBH Semarangh Berikan Pendampingan Hukum Gratis pada Terdakwa
Istimewa
Tim penasihat hukum Nico Limarga, terdakwa kasus pembunuhan tukang becak Jalan Imam Bonjol Kota Semarang.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yobel Hendrawan Herlianto (YHH) dan Nico Limarga (NL) kembali menjalani sidang secara virtual atas kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (14/10/2020).

Korban dalam kasus pembunuhan tersebut yaitu seorang tukang becak, Mitudin. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Semarang, mendakwa Yobel dan Nico dangan pasal berlapis.

Keduanya didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 339 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan melakukan pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur Pasal 365 KUHP.

Dengan dakwaan berlapis tersebut, kedua terdakwa diancam dengan ancaman pidana penjara paling lama dua puluh tahun.

Atas dakwaan tersebut Majelis Hakim pemeriksa perkara telah memberikan kesempatan kepada para terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan tanggapan atas dakwaan JPU (eksepsi).

"Setelah membaca dan mempelajari surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, kami memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi, Yang Mulia," kata Wilson Pompana, penasehat hukum terdakwa Nico Limarga.

Dalam sidang itu, terdakwa mendapat pendampingan hukum dari LBH Mawar Saron yang menerjunkan dua orang pengacara. Yaitu Wilson Pompana dan Tommi Sarwan Sinaga. Pendampingan hukum dari LBH Mawar Saron diberikan secara cuma-cuma atau gratis.

Sementara terdakwa Yobel Hendrawan Herlianto didampingi penasehat hukum penunjukan dari hakim yaitu Achmad Teguh Wahyudin. Senada dengan tim dari LBH Mawar Saron, Teguh juga tidak mengajukan eksepsi.

"Kami juga tidak mengajukan eksepsi, Yang Mulia," kata Teguh.

Setelah pihak para terdakwa menyampaikan sikapnya melalui penasehat hukum masing-masing, kemudian majelis hakim menutup persidangan dan persidangan akan digelar kembali pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum.

Kasus ini bermula dari adanya seorang tukang becak, Mitudin, yang ditemukan meninggal dunia di daerah Imam Bonjol, Kota Semarang.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi menemukan bukti-bukti yang mengarah kepada beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dua di antaranya adalah kedua terdakwa dalam persidangan ini.

"Tentu kami akan melakukan pendampingan sesuai dengan koridor hukum yang ada dan akan melakukan pembelaan secara proporsional. Kami ingin memastikan bahwa hak-hak hukum klien kami terlindungi," tambah Tommi Sarwan Sinaga, yang juga penasehat hukum terdakwa Nico Limarga, usai persidangan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved