Breaking News:

Operasi Yustisi Jaring 96.039 Pelanggar Protokol Kesehatan di Jateng

Operasi yustisi gabungan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menjaring 96.039 orang pelanggar di Jateng.

Istimewa
Personel Satpol PP Jateng memakaikan masker untuk upaya pencegahan penularan virus corona kepada seorang warga di Kabupaten Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Operasi yustisi gabungan penerapan protokol kesehatan pencegahan  Covid-19 menjaring sebanyak 96.039 orang pelanggar di Jateng.

Hampir 100 ribu orang itu terjaring operasi gabungan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng bersama dengan TNI, Polri, Satpol PP kabupaten/kota dan Dinas Kesehatan periode 24 Agustus- 12 Oktober 2020.

"Penegakan protokol kesehatan itu sebenarnya sudah dilakukan sejak Maret lalu. Yang dilakukan masing-masing Satpol PP di kabupaten/kota secara mandiri. Setelah itu, kegiatan penegakan dimasifkan pada 24 Agustus, sesuai instruksi Gubernur," kata Kepala Satpol PP Jateng, Budiyanto, Rabu (14/10/2020).

Jenis pelanggaran terbanyak, lanjutnya, adalah tidak mengenakan masker saat berada di lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan.

Sedangkan usia pelanggar paling banyak adalah rentang 20- 39 tahun. Jika dilihat dari profesi, yang banyak berurutan dari pegawai swasta, pelajar/mahasiswa, PNS dan TNI/Polri.

Terakhir, pada Selasa pekan ini operasi gabungan dilakukan di objek wisata Bukit Cinta dan Kampoeng Banyumili Kabupaten Semarang.

Budiyanto mengungkapkan titik operasi gabungan ini adalah semua lokasi yang berpotensi terjadi kerumuman orang. Seperti di jalan, tempat wisata, pabrik, hingga pasar tradisional.

"Memang terjadi pergeseran, jika pada awal- awal dulu menyasar perkotaan, maka kini lebih ke pinggiran dan masuk ke wilayah kecamatan. Sesuai rencana, operasi gabungan ini dilakukan sampai akhir November hingga awal Desember 2020," terangnya.

Bagi mereka yang terjaring operasi gabungan, kata dia, maka akan diberikan sosialisasi bagaimana memilih masker yang benar, cara penggunaan masker yang benar, serta melakukan jaga jarak dan rutin cuci tangan.

Sementara, bagi yang kedapatan melanggar protokol kesehatan akan diberikan sanksi.

"Sanksi berupa memilih menyanyikan lagu Indonesia raya, melafalkan Pancasila, dan bagi mereka yang muda dan sehat bisa push up semampunya. Setelah itu, jika tidak punya masker, maka kami beri," katanya.

Jika dilihat secara grafik, lanjutnya, sudah terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved