Breaking News:

Aksi Para "Dukun" Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Ada dukun dari Gunung Kidul, dukun dari Gunung Kawi, dukun dari Banten, dan dukun-dukun lainnya. Kompak berpakaian serba hitam, membawa sesajen, dupa

Editor: rustam aji
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saat menggelar aksi Tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak pengesahan undang undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada 5 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jumat (16/10). Aksi yang berlangsung sekira 2 jam 30 menit itu diakhiri sekira pukul 16:32 WIB karena diguyur hujan deras.

Dalam aksi ini, mahasiswa mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Perpu mencabut pengesahan UU Cipta Kerja sekaligus menyatakan #MosiTidakPercaya pada Pemerintah dan DPR RI. Aksi mahasiswa yang terkonsentrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha ini turut dihadiri sejumlah dukun.

Ada dukun dari Gunung Kidul, dukun dari Gunung Kawi, dukun dari Banten, dan dukun-dukun lainnya. Kompak berpakaian serba hitam, membawa sesajen, dupa, dan sebuah keranda mayat, dukun-dukun itu turut menyuarakan aspirasi mereka terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Melalui sebuah keranda mayat, dukun-dukun itu menyerukan kematian dari demokrasi sekaligus menyebut bahwa Omnibus Law adalah undang-undang goib.

"RIP Demokrasi Indonesia, Omnibus Law UU Goib," dikutip Tribun Network sebagaimana tertulis di keranda mayat yang dibawa dukun-dukun itu.Di sisi lain keranda mayat tertulis, "RIP Hati Nurani DPR, Tolak Omnibus Law."

Saat dihampiri Tribun Network di sela-sela aksi, mereka mengaku bahwa mereka bukanlah dukun. Mereka berasal dari aliansi Api Kartini, Serikat Pekerja Miskin Indonesia (SRMI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi.

Dukun dari Gunung Kidul menyebut, aksi berpakaian menyerupai dukun ini hanyalah bagian dari unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. "Kami bukan dukun beneran, ini hanya bagian dari aksi. Semacam teatrikal gitu," kepada Tribun menjelaskan.

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja bernuansa goib itu diakhiri massa aliansi Api Kartini, SRMI, dan Liga Mahasiswa sekira pukul 16:00 WIB.

Jokowi Pilih Terima Tamu di Istana Bogor

Sebelumnya, massa dari BEM SI menyatakan akan berunjuk rasa di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat ini. Aksi tersebut terkonsentrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang berjarak sekira 1 km dari Istana Presiden.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved